Warga Laporkan Sholih ke Kepolisian dan Kejaksaan

Selasa, 18 Februari 2014 | 15:30 WIB
Sholih diduga menyimpangkan alokasi dana desa, lelang jabatan, dan penjualan aset desa secara ilegal, dengan nilai hingga satu miliar rupiah lebih, Selasa (18/2) pagi. (Foto:Puji)

Sholih diduga menyimpangkan alokasi dana desa, lelang jabatan, dan penjualan aset desa secara ilegal, dengan nilai hingga satu miliar rupiah lebih, Selasa (18/2) pagi. (Foto:Puji)

SEDAN, MataAirRadio.net – Warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan melaporkan Sholih, kepala desa setempat yang berakhir masa jabatannya kepada kepolisian dan kejaksaan. Sholih diduga menyimpangkan alokasi dana desa, lelang jabatan, dan penjualan aset desa secara ilegal, dengan nilai hingga satu miliar rupiah lebih.

Abdul Mun’im, salah satu tokoh masyarakat di Desa Sidorejo mengatakan laporan sudah dikirimkan, termasuk kepada Pemkab Rembang. Ia secara khusus menyoal, penjualan tanah desa secara ilegal dan tidak jelas penggunaannya. Jika pun ada tukar guling, prosesnya tidak jelas.

Mun’im yang merupakan salah satu pendiri Aliansi Masyarakat Peduli Desa Sidorejo (Ampedes), juga menyoal tidak adanya LPj atau laporan pertanggungjawaban dari Sholih di akhir masa jabatannya. Menurutnya, ini salah satu bukti ada ketidakberesan dari Sholih.

Muammar Mamduh, Ketua Remaja Masjid Desa Sidorejo mengungkapkan, gelagat perselingkuhan kepala desa dari amanat rakyat mulai ada sejak Sholih dua tahun menjabat. Ketika itu, muncul lelang jabatan perangkat yang tidak jelas prosesnya.

Alokasi dana desa (ADD) juga mulai tidak jelas penggunaannya. Menurutnya, pada saat itu warga tidak bisa bergerak karena latar belakang Sholih yang preman dan pintar mengambil hati para sesepuh desa.

Namun begitu momentumnya tepat; Bupati Rembang Mochammad Salim yang notabene dekat dengan Sholih ditahan dan terjadi kesalahan prosedur dalam penunjukan Penjabat Kepala Desa Sidorejo, maka warga pun berani berontak.

Muslih, Penjabat Kepala Desa Sidorejo yang ditunjuk pada Selasa (18/2) siang mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, ada sejumlah persoalan di desa yang perlu diselesaikan, utamanya mengenai nasib aset dan laporan pertanggungjawaban pemerintahan desa.

Dia berjanji akan membantu mengurai persoalan ini dan menjelaskan secara transparan kepada masyarakat. Soal aduan warga kepada aparat penegak hukum, dia hanya mempersilakan, sembari menunggu langkah berikutnya.

Camat Sedan Wahyoe Oetomo pun mengaku menunggu perkembangan permasalahan yang berkembang di Desa Sidorejo. Mengenai dugaan penyimpangan oleh Sholih, dia akan berkoordinasi dengan Pemkab Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan