Warga Krikilan Tuntut Pabrik Gas RGT 2 Produksi

Sabtu, 22 September 2018 | 13:14 WIB

Puluhan massa yang berasal dari Desa Krikilan Kecamatan Sumber dan sekitarnya berunjuk rasa di depan pabrik gas Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting 2 di Desa Krikilan. (Foto: mataairradio)

 

 

SUMBER, mataairradio.com – Puluhan massa yang berasal dari Desa Krikilan Kecamatan Sumber dan sekitarnya berunjuk rasa di depan pabrik gas Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting 2 di Desa Krikilan.

Mereka menuntut PHE RGT 2 segera melakukan produksi agar bisa menyerap tenaga kerja di sekitar lokasi pabrik.

Diketahui bahwa sudah hampir dua tahun sejak dieksplorasi, pabrik tersebut belum produksi karena terkendala perijinan.

Gunanto sebagai Korlap aksi menyebutkan masyarakat sangat menunggu sumur gas tersebut berproduksi agar bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar baik yang menjadi tenaga kerja maupun pekerjaan di sekitar pabrik seperti mendirikan warung.

Ia berharap Kementerian ESDM segera menerbitkan ijin produksinya.

“Kalau ijinnya segera keluar kan cepat produksi Mas, dan warga bisa ikut bekerja,” terangnya.

Anton salah seorang perwakilan dari PHE RGT 2 menyebutkan saat ini pihaknya masih dalam proses perijinan di Kementerian ESDM.

Dirinya berterima kasih terhadap Warga Desa Krikilan atas dukungannya. Pihaknya juga menjamin bahwa produksi gas di Krikilan tersebut sangat membantu warga serta situasi sangat kondusif.

Menurut informasi, akhir tahun ini diharapkan perijinan selesai dan bisa secepatnya produksi.

“Kami berterima kasih atas dukungannya, terkait hal-hal yang lebih detail biar menejemen yang menerangkan nanti,” ungkapnya.

Kurnia Anita salah seorang peserta aksi berharap aksi ini bisa didengar oleh peerintah pusat, serta segera dikabulkan tuntutan warga.

“Semoga warga sini bisa masuk jadi tenaga kerja Mas, jangan sampai adanya pabrik ini gak bemanfaat bagi Desa Krikilan,” pungkasnya.

Dirinya juga ingin agar warga desanya yang menganggur diambil sebagai tenaga kerja, jangan sampai adanya pabrik gas tersebut tidak bermanfaat terhadap lingkungan sekitar.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan