Warga Khawatir Pengecatan Patung Kartini Jadi Cibiran

Selasa, 13 Maret 2018 | 19:00 WIB

Patung Kartini dicat. Padahal patung ini berbahan perunggu. (Foto dikutip dari akun media sosial facebook Sunarto Bulu, Selasa 13 Maret 2018)

 

BULU, mataairradio.com – Patung Raden Ayu Kartini yang berdiri di depan Makam Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu, menjadi buah bibir warga belakangan ini. Patung Kartini itu kini dicat biru tua.

Padahal, patung setinggi tiga meteran ini awalnya terbuat dari perunggu. Pengecatan ini dianggap mengurangi keindahan patung. Sunarto, tokoh warga setempat menyesalkan pengecatan patung Kartini.

Ia khawatir, pengecatan patung ini menuai cibiran dari pengunjung. Saat sekarang, Makam Kartini mulai ramai dikunjungi. Ahad (11/3/2018) lalu, 29 bus wisatawan dari Purworejo datang berziarah.

“Menurut saya kalau tidak segera dikembalikan seperti semula, bisa jadi dagelan itu. Ini sudah bulan apa. Pengunjung akan makin banyak,” tandasnya kepada mataairradio, Selasa (13/3/2018).

Sunarto juga mengatakan, saat sekarang ada kegiatan penataan di kawasan Makam Kartini. Yang dilihatnya adalah penataan pendapa Makam Kartini dan terhadap patung Kartini. Penataan ini rutin tiap tahun.

“Sebenarnya ada yang lebih mendesak untuk ditangani yaitu akses menuju makam yang kini masih terlalu sempit dan rawan longsor. Dalam hal ini, Pemkab lamban menangani,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Dwi Purwanto menyatakan kaget ketika dikonfirmasi mengenai pengecatan patung Kartini.

Kepada wartawan, Dwi mengaku tidak tahu kalau ada kegiatan pengecatan patung. Ia hanya mengakui bahwa ada program penataan untuk Makam Kartini guna menyambut peringatan Hari Kartini.

Bila kemudian terjadi pengecatan patung, Dwi berdalih tidak tahu menahu. Ia akan menelusuri; apakah yang mengecat adalah kontraktor atau pihak lain. Ia berupaya memulihkan patung seperti sediakala.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan