Warga keluhkan “Waktu” Operasi Zebra 2018

Jumat, 9 November 2018 | 17:26 WIB

Operasi Zebra Candi 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

 

LASEM, mataairradio.com – Warga mengeluhkan Operasi Zebra 2018 yang digelar oleh pihak kepolisian tidak tentu waktunya. Seperti pagi hari sebelum jam tujuh atau bahkan malam hari sekitar pukul sepuluh malam.

Taufiq salah seorang guru di SMK Avicenna Lasem mengaku banyak muridnya terlambat sampai sekolah gara-gara ada operasi di beberapa titik pada jalur Pantura. Hal tersebut karena operasi digelar pada jam sibuk.

Dirinya sebenarnya sangat mendukung adanya Operasi Zebra karena bisa menertibkan lalu-lintas, hanya saja catatannya jangan pada jam berangkat sekolah.

Kalaupun pulang sekolah tidak masalah, karena para siswa bisa lebih santai dan tidak tergesa-gesa.

Disinggung para siswa yang tidak memiliki SIM, Taufiq menyatakan bahwa murid-muridnya yang ada di pelosok seperti Desa Ngroto dan Desa Banyuurip Kecamatan Pancur tidak ada akses kendaraan umum sehingga terpaksa naik kendaraan bermotor, sedangkan orang tuanya banyak yang merantau sehingga tidak bisa mengantar saat berangkat sekolah.

“Saya sangat mendukung, tapi waktunya itu lho Mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Anwar Pamudji warga Desa Wuwur Kecamatan Pancur menyatakan dukungannya terhadap Operasi Zebra 2018 yang digelar kepolisian, Jika perlu operasi dilakukan lebih sering agar ketertiban lalu lintas bisa terjaga.

Menurutnya banyak pengendara yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya, selain itu banyak juga yang tidak memakai helm sebagai pelindung kepala karena hal itu sangat berbahaya.

Ia tidak cemas jika ada operasi karena merasa surat-surat kendaraan dan SIM lengkap.

“Kalau perlu diperketat Mas operasinya, biar tertib,” tegasnya

Diberitakan sebelumnya Kegiatan operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, sejak 30 Oktober 2018 kemarin sampai 12 November 2018. Sasarannya antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, dan pengendara di bawah umur.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Roy Irawan menyebutkan, Berdasarkan catatan oleh Satlantas Polres Rembang, ada sekitar tiga ribu kasus pelanggaran lalu lintas setiap bulannya. Bahkan sejak Januari sampai November 2018 sudah ada sekitar 24 ribu kasus.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan