Warga Keluhkan Jalan Clangapan-Pamotan Banyak Lubang

Selasa, 20 Maret 2018 | 18:21 WIB

Warga Kasreman menanami jalan rusak dengan pohon pisang. Tepatnya di sebelah barat gapura desa setempat. Penanaman pohon pisang di jalan berlubang ini, oleh warga disebut sebagai tanda bahaya, supaya pengendara tidak celaka. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian warga Kabupaten Rembang mengeluh atas kondisi Jalan Clangapan-Pamotan yang sudah dipenuhi banyak lubang.

Syamsudin salah seorang pengguna jalan berasal dari Desa Kedungringin Kecamatan Sedan mengatakan, lubang tersebar di hampir sepanjang ruas jalan tersebut.

Namun kondisi yang terbilang parah yaitu ruas jalan mulai sebelah timur lokasi proyek pabrik sepatu sampai timur Embung Rawa Setro dan di antara Sidorejo hingga Pamotan.

Ia menyebutkan, ukuran lubang bervariasi. Namun kedalamannya mencapai 30 centimeter.

“Kondisi jalan yang rusak seperti itu membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Apalagi sepanjang jalan Clangapan-Pamotan minim penerangan,” ujarnya.

Sekitar dua minggu lalu, di ruas Jalan Clangapan-Pamotan wilayah Desa Sridadi Kecamatan Rembang atau tepatnya di sebelah timur proyek pabrik sepatu, telah terjadi kecelakaan akibat pengendara sepeda motor menghindari lubang.

Korban adalah warga Desa Kasreman Kecamatan Rembang, siswi SMA Negeri 3 Rembang. Kondisinya selamat, namun menderita patah tulang pada salah satu bagian kaki.

“Kerusakan Jalan Clangapan-Pamotan terjadi sejak sebelum musim hujan. Kondisinya menjadi parah setelah musim hujan berlangsung,” ungkapnya.

Hingga kini, kondisi jalan yang penuh dengan lubang belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah.

Ia berharap, Pemerintah segera menangani kerusakan jalan ini, sehingga tidak menimbulkan lebih banyak korban kecelakaan.

“Apalagi sejak ada proyek pembangunan pabrik sepatu, volume kendaran meningkat, sedangkan penerangan jalan minim,” pungkasnya, Selasa (20/3/2018).

Sementara itu, kerusakan jalan antara Clangapan hingga Pamotan sudah disambut warga dengan aksi protes. Warga Kasreman menanami jalan rusak dengan pohon pisang. Tepatnya di sebelah barat gapura desa setempat.

Warga beralasan, lubang di jalan itu cukup dalam. Penanaman pohon pisang di jalan berlubang ini, oleh warga disebut sebagai tanda bahaya, supaya pengendara tidak celaka.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan