Warga Gowak Pugar Makam Mendiang Raja Lasem

Friday, 11 September 2015 | 15:59 WIB
Persemayaman abu "layon" Dewi Indu, Raja Lasem di era Hayam Wuruk, di Desa Gowak Kecamatan Lasem, sedang dipugar, Jumat (11/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

Persemayaman abu “layon” Dewi Indu, Raja Lasem di era Hayam Wuruk, di Desa Gowak Kecamatan Lasem, sedang dipugar, Jumat (11/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Warga dan pemerhati sejarah di Lasem, sampai dengan Jumat (11/9/2015) ini masih merampungkan pemugaran persemayaman abu jenazah Dewi Indu, keponakan mendiang Raja Majapahit Hayam Wuruk di Desa Gowak.

Pemugaran dilakukan dengan menambahkan pagar keliling berarsitektur Majapahit dan pemasangan paving di kompleks persemayaman. Sesepuh Fokmas atau Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah Lasem Ernantoro mengatakan, pemugaran itu ditempuh untuk melindungi situs sejarah dan ikon pariwisata.

“Warga tampak greget untuk melindungi situs sejarah. Karena itu, mereka mau swadaya. Dipugar ini biar situs sejarah terlindungi dan bisa jadi objek baru pariwisata. Di sini nanti bisa didirikan semacam tempat jualan kuliner,” katanya kepada mataairradio.

Pemugaran persemayaman itu berlangsung sejak 26 Agustus lalu. Rencananya, pemugaran kali ini, akan selesai dan diresmikan 28 September nanti. Sejauh ini, pemugaran menelan dana Rp9 juta dan diprediksi mencapai Rp16 juta sampai selesai. Semuanya dicukupi dari swadaya warga dan pemerhati sejarah.

Menurut Ernantoro, sebelum dipugar, situs persemayaman mendiang Raja Lasem itu, hanya berupa cungkup lawas di bawah pohon beringin. Abu “layon” hanya ditaruh di dalam gerabah kuno. Warga yakin itu makam Dewi Indu berdasarkan literasi sejarah. Saat ini wisatawan lokal sudah mulai berdatangan.

“Sudah banyak yang datang. Wisatawan mancanegara juga ada. Kendala akses, ya hanya soal jalan dari jalan raya menuju Gowak saja, yang perlu dibenahi. PR Pemkab lah untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata,” tandasnya.

Ernantoro menambahkan, selain tercantum dalam sejumlah literasi sejarah, makam mendiang Raja Lasem itu ditunjukkan lewat penanda berupa batu besar yang memuat tapak kaki Raja Hayam Wuruk.

Situs makam Dewi Indu juga merupakan salah satu dari 160 peninggalan bersejarah yang didata oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Tetapi jumlah itu disebut masih sangat sedikit olehnya karena situs bersejarah di Lasem mencapai 538 titik.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan