Warga Sawahan Gerebek Pelajar Mesum di Rumah Kos

Saturday, 18 October 2014 | 15:00 WIB

 

Remaja putri berinisial D sesuai didata dan dibina di Markas Satpol PP Rembang, Sabtu (18/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Remaja putri berinisial D sesuai didata dan dibina di Markas Satpol PP Rembang, Sabtu (18/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah warga Desa Sawahan Kecamatan Rembang, Sabtu (18/10/2014) pagi menggerebek sebuah rumah kos di wilayah setempat karena diduga dijadikan ajang mesum sepasang muda-mudi yang salah satunya pelajar.

Warga mengamankan D, pelajar Kelas X11 salah satu SMK swasta di Rembang dan pasangannya S (20), yang seorang pekerja pada pabrik pengolahan ikan di wilayah Purworejo Kecamatan Kaliori.

Saat digerebek, siswi SMK yang sempat diketahui warga masuk ke rumah kos dengan masih mengenakan seragam pramuka dan jaket berbahan jins warna biru, sudah berganti memakai baju tidur.

Sementara, teman prianya memakai celana pendek. Dari dalam tas pelajar ini, hanya ditemui peralatan kosmetik, tisu basah, dan tidak ada buku. Diduga D memang sengaja membolos sekolah.

Usai menggerebek, warga yang tak mau menghakimi keduanya, segera menghubungi petugas polisi pamong praja. Pasangan muda-mudi pun lantas dibawa ke Markas Satpol PP untuk didata dan dibina.

D sempat berbelit-belit ketika didata petugas. Dia sempat mengaku siswi salah satu SMA swasta, namun setelah salah satu guru dari SMA yang disebut D datang, ternyata keterangannya palsu karena D merupakan siswi dari salah satu SMK swasta.

Demikian pun saat ditanya asalnya. Sempat mengaku sebagai warga dari salah satu desa yang ada di Rembang, namun ternyata, D adalah warga desa lain yang nama kampungnya hampir sama.

“Kami sudah data. Kami juga panggil pihak sekolah dan pihak Kepala Desa Sawahan, Kepala Desa Kabongan Lor, dan Carik Desa Babadan. Kami serahkan kembali ke keluarga. Namun yang siswi ini, kita kembalikan ke sekolah,” kata petugas provost Satpol PP Rembang, Fajrin Irfana usai memeriksa keduanya.

Pihak keluarga dari masing-masing remaja ini juga dipanggil. Fajrin mengaku akan melaporkan kasus dugaan mesum di kamar kos itu kepada pimpinannya. Usulannya kemudian, agar ada razia atau penertiban kamar kos yang diduga diselewengkan menjadi ajang mesum.

“Baru kali ini yang kami tangani. Sebelumnya belum pernah. Kami akan lapor ke pimpinan untuk ada tindakan intensif selanjutnya. Apakah nantinya digelar razia lagi secara intensif, atau sebatas saran membedakan kos untuk pria dan perempuan, terserah pimpinan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan