Warga Gerah Kerusakan Sidomulyo-Gandrirojo Kian Parah

Senin, 5 Februari 2018 | 18:19 WIB

Jalan Sedan-Pandangan wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan. (Foto: Pujianto)

 

SEDAN, mataairradio.com – Warga yang biasa melintas di Jalur Sedan-Pandangan mengaku gerah karena jalan pada ruas antara Sidomulyo hingga Gandrirojo yang rusak, kondisinya kini kian parah.

Anwar, pemilik usaha di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan mengatakan, sejak musim penghujan jumlah titik jalan yang berlubang makin banyak dan diameternya kian lebar.

Hampir semua titik di ruas itu terpantau dipenuhi lubang, sehingga membahayakan para pengguna jalan.

“Kami belum sampai mengadu secara resmi ke Pemerintah,” katanya.

Warga menumpahkan kekesalan atas kerusakan jalan ini, sebatas di media sosial seperti facebook.

“Pemerintah semestinya segera memperbaiki ruas jalan yang rusak. Jangan sampai menunggu korban, baru jalan diperbaiki,” tandasnya.

Menurutnya, ruas yang terparah rusak ada di daerah Sidomulyo dan Gandrirojo.

Ketika hujan turun, jalan yang berlubang ini dipenuhi air, dan mengancam keselamatan warga.

Baligh Muaidi, pengguna jalan berasal dari Desa Karas Kecamatan Sedan mengatakan, Bupati pernah menjanjikan perbaikan ruas yang rusak itu pada 2018 ini.

“Saat haul di Sedan, Bupati mengatakan jalan yang rusak itu akan diperbaiki tahun 2018 ini. Bupati juga meminta warga menahan diri untuk tidak menanami jalan rusak dengan pisang,” katanya.

Ia berharap, jalan yang rusak segera diperbaiki dengan pembetonan sebagaimana ruas lain di Jalur Sedan-Pandangan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang Gendro Wiyono membenarkan, perbaikan akan dilakukan tahun ini.

“Secepatnya (diperbaiki). (Semester pertama tahun ini) InsyaAllah,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan