Milik Negara Alasan Warga Dukung Pabrik Semen Rembang

Rabu, 19 November 2014 | 14:07 WIB
Aksi ratusan warga mendukung berdirinya pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang berlangsung di depan Kantor Bupati Rembang, Rabu (19/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Aksi ratusan warga mendukung berdirinya pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang berlangsung di depan Kantor Bupati Rembang, Rabu (19/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan warga dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gunem seperti Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, serta Kajar, Rabu (19/11/2014) mendatangi Kantor Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang. Intinya, mereka mendukung berdirinya pabrik semen di wilayah itu.

Ada 10 alasan yang mereka kemukakan dalam aksi dukungan terhadap berdirinya pabrik semen yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Perwakilan warga kemudian menyerahkan sebendel dokumen dukungan yang antara lain memuat 10 alasan dan keinginan warga kepada Plt Bupati Rembang.

Suharti, perwakilan warga sekitar pabrik dalam orasinya menyebutkan, salah satu alasan dukungan adalah adanya kesepakatan pemanfaatan lahan sebelum ditambang dan setelah direklamasi oleh petani sekitar lokasi dari pihak perusahaan.

“Kelompok tani diberdayakan dengan pemberian bantuan bibit hingga pemasaran hasil panen. Masyarakat juga sudah merasakan dampak positif yang lebih besar dibandingkan dampak negatif adanya tambang,” katanya.

Alasan lain warga, katanya, karena pabrik semen yang hendak berdiri itu adalah milik Negara. Lagi pula, menurutnya, mayoritas lahan yang ditambang ialah lahan batu kapur yang tandus.

“Pun sudah ada penambangan puluhan tahun lalu di daerah pegunungan. Perizinan pembangunan sudah sesuai dengan prosedur yang ada di Pemerintah,” anggapnya.

Suharti menegaskan, pihak warga telah merasakan manfaat positif dari berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan di antaranya beragam pelatihan keterampilan, pembangunan fasilitas umum, dan pembukaan lapangan pekerjaan.

“Kami yakin pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia akan mampu memberi kontribusi besar dan efek ganda dalam pembangunan ekonomi. Apalagi sosialisasi pembangunan pabrik sudah disosialisasikan kepada masyarakat,” klaimnya.

Seusai orasi atau sekitar pukul 10.40 WIB, sejumlah perwakilan warga meminta bertemu Plt Bupati Abdul Hafidz. Mereka diterima di Ruang Rapat Bupati. Sejumlah perwakilan yang masuk di ruangan tersebut antara lain tiga orang dari pihak Himpunan Keluarga Rembang di Jakarta.

Tampak pula di barisan massa pro-semen ini, Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo yang sekaligus bertindak sebagai juru bicara.

“Kami minta kepada Pemkab Rembang akan menggunakan otoritasnya untuk mengawal investasi pabrik semen di wilayah Kabupaten Rembang,” tegas Bambang sebelum menyerahkan sebendel dokumen berisi dukungan atas berdirinya pabrik semen.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya sebatas melakukan kewenangan dan kewajiban dalam hal melayani investasi yang masuk di daerah ini.

“Pro atau kontra yang saat ini ada silakan, asalkan tidak terjadi bentrok fisik. Saya minta semua pihak bersabar menunggu proses di PTUN. Hormati yang pro maupun yang kontra agar tidak terjadi benturan fisik,” kata Hafidz.

Dia juga mengatakan, sebelum massa pro-semen menemuinya kali ini, sebelumnya pihak yang kontra semen juga menghadapnya. Intinya, Hafidz mengaku menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa Pemkab hanya menjalankan kewenangan dan melakukan kewajiban.

“Pendapat-pendapat baik yang pro maupun yang kontra silakan biar diuji di pengadilan. Perbedaan ini agar disikapi secara arif dan bijak,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




2 comments
  1. sukri

    November 19, 2014 at 4:54 pm

    beginilah nasibnya aktivis anti korupsi bambang wahyu widodo karena bangkrut terus jadi pahlawannya para perusak alam!!! apik temen nasibmu bang

    Reply
  2. tawon

    November 21, 2014 at 11:45 pm

    meski bangkrut tapi brani tampil yo lek sukri… hahahahaha hura undlap undlup kyo liyan2ne… wkwkwkwkwkw

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan