Warga Diminta Waspadai Spekulan Lahan Embung Kaliombo

Selasa, 3 Februari 2015 | 18:46 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni. (Foto:Pujianto)

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni. (Foto:Pujianto)

 
SULANG, mataairradio.com – Warga Desa Kaliombo Kecamatan Sulang diminta mewaspadai aksi spekulan tanah.

Pasalnya, tahun ini Pemkab Rembang telah mengalokasikan dana lima miliar rupiah untuk pembebasan lahan milik warga guna bakal embung.

Anggota DPRD Rembang yang juga warga Desa Kaliombo Wasiman mengatakan, realisasi pembangunan embung sangat diharapkan.

Namun warga sebenarnya agak kecewa setelah mendengar kabar bahwa luasan embung hanya akan menjadi 17 hektare dari rencana semula yang diperkirakan mencapai 50 hektare.

Soal harga tanah, warga tidak menuntut tinggi.

“Jika tiga tahun lalu, warga menghendaki tanah mereka dibeli dengan harga antara Rp22.500-Rp25.000 per meter persegi, saat ini diharapkan naik menjadi Rp25.000-Rp30.000,” ujarnya kepada mataairradio.

Pemkab diharapkan menyegerakan pembebasan, agar spekulan tanah tidak bermain.

Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni membenarkan, dana lima miliar rupiah untuk pembebasan lahan Embung Kaliombo sudah disiapkan.

“Rencana, pembebasan bakal dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Dia juga mengonfirmasi, luasan lahan yang dibebaskan dengan dana tersebut mencapai 17 hektare.

“Kami menjamin tidak ada ruang gerak spekulan tanah karena Pemkab hanya mau bertransaksi dengan warga secara langsung, satu per satu,” tandasnya.

Soal harga, pihaknya telah percaya kepada tim penaksir atau apraisal independen untuk menentukan kewajaran.

“Kami menargetkan pembebasan lahan kelar pada tahun ini, agar proses konstruksi sudah bisa dilakukan pada tahun depan,” tegasnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman mengatakan, pembebasan lahan hanya seluas 17 hektare, karena menghindari area milik Perhutani KPH Mantingan.

“Jika melahap lahan hutan, ganti rugi tegakannya akan memakan ongkos lebih besar,” katanya.

Rencana pembangunan Embung Kaliombo sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2008 silam. Pemkab Rembang beberapa kali menunda pembebasan lahan dengan alasan belum tersedianya anggaran.

Lahan genangan embung semula diperkirakan mencapai 53 hektare dan memakan sebagian lahan milik Perhutani KPH Mantingan.

Namun karena ribet, pemkab merevisinya. Sejauh ini, Pemkab Rembang sudah bisa membebaskan lahan seluas 1,4 hektare untuk akses atau jalan masuk ke bakal embung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. andikenzo

    Februari 3, 2015 at 11:18 pm

    orang ini koruptor kakap sejak 4 bupati, wakidi, hendarsono, salim sampai kafid!!! mulai pembangunan gedung dprd, gedung kantor bupati, pelabuhan tasik agung, RBSJ, pendopo kartini, jalan hotmik, tebu, pembebasan embung panohan, grawan penyrobotan lahan, pembangunan PLTU, pelabuhan tanjung bonang, alun-alun sampai tak terhitung jumlanya..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan