Warga Desak Varia Usaha Proses Izin Ulang

Rabu, 18 Februari 2015 | 16:26 WIB
Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto: Pujianto)

Batching Plant PT Varia Usaha di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Warga Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang tetap berkeras meminta PT Varia Usaha Beton mengurus ulang izin usaha, meski sepekan terakhir pabrik ini sudah tak pernah beroperasi melebihi jam operasional.

Menurut tokoh warga Dusun Nyikaran Sujoko, proses izin ulang ini demi memanusiakan masyarakat sekitar pabrik. Seperti diketahui, salah satu warga di dokumen izin gangguan disebut tidak meneken sendiri persetujuan. Sementara warga yang lain merasa keberatan dengan hadirnya pabrik itu.

Lalu apakah warga akan bisa menerima kehadiran Varia Usaha Beton ketika izin diproses ulang? Sujoko tidak berani memastikan. Dia sendiri tetap ingin pabrik itu ditutup karena lokasinya terlalu dekat dari permukiman. Dirinya mungkin setuju dengan investasi itu, jika jarak pabrik lebih dari 100 meter.

“Mestinya Varia Usaha memproses ulang izin dari awal. Kami manusia yang ingin dimanusiakan. Diproses ulang dari awal pun, kami tidak akan serta merta menerima (kehadiran Varia Usaha). Sebab lokasi pabrik mepet dengan permukiman. Kecuali lebih dari 100 meter, kami akan pikir-pikir,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas mengaku belum bisa lagi memanggil pihak Varia Usaha Beton dan Badan Lingkungan Hidup Rembang untuk solusi final atas tuntutan warga. Pihaknya mengaku sedang padat jadwal, seperti inspeksi sebagai tindak lanjut atas keluhan dari masyarakat yang lain.

Meski belum mengagendakan jadwal ulang, bukan berarti pihaknya diam karena pengumpulan informasi dari masyarakat, terus dilakukan. Menurutnya, ada banyak pesan singkat ataupun kontak via telepon dari masyarakat yang mempertanyakan jam operasional pabrik beton.

Ilyas menegaskan, sebenarnya, dewan menginginkan masyarakat dan Varia Usaha Beton mau saling berkompromi, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Misalnya perusahaan tidak akan sama sekali beroperasi pada malam hari, sehingga warga bisa jauh lebih tidak merasa terganggu.

“Ini jadwal Komisi A masih padat. Kita juga sedang menyelesaikan fasilitasi atas keluhan warga soal limbah pabrik ikan di Banyudono. Belum soal tambang di Sale. Namun yang soal (protes terhadap) pabrik Varia Usaha Beton itu, tetap kita tindaklanjuti,” tandasnya.

Sementara itu, Sugeng, Manajer Operasional PT Varia Usaha Beton Nyikaran mengatakan, operasional pabrik hingga malam hari disebabkan oleh adanya order yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, operasional pabrik itu, hanya untuk mencukupi kebutuhan beton bagi pembangunan pabrik semen di Bulu.

Dia mengakui, operasional pabrik di atas pukul 16.00 WIB, melanggar ketentuan isi dokumen pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang dibuat Varia Usaha Beton. Menurut ketentuan, jika operasional dilakukan melebihi waktu normal, perusahaan wajib memberitahu warga.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan