Warga Bonang Diminta Serahkan Dua Dokumen Penting

Rabu, 11 Juni 2014 | 00:43 WIB
Sejumlah warga Desa Bonang Kecamatan Lasem ketika menyampaikan laporan kepada Kasatreskrim Polres Rembang pada 19 Mei 2014 lalu. (Foto:Pujianto)

Sejumlah warga Desa Bonang Kecamatan Lasem ketika menyampaikan laporan kepada Kasatreskrim Polres Rembang pada 19 Mei 2014 lalu. (Foto:Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Kelompok warga Desa Bonang yang mengadukan Kades Syaiful Shodikin kepada pihak kepolisian diminta menyerahkan dua berkas penting. Dokumen ini sebagai pendukung aduan warga terkait dugaan penyelewengan Kades Bonang pada 19 Mei lalu.

Tokoh warga Desa Bonang Sulistyorini mengungkapkan, dua dokumen penting yang diminta polisi adalah surat kematian Ketua BPD Masturi dan berkas pencalonan Kades Syaiful Shodikin. Namun hingga Selasa (10/6) ini, baru surat kematian Masturi yang diserahkan oleh warga.

Sementara, berkas pencalonan saat Pilkades tahun 2011, belum berhasil ditemukan. Warga pengadu Kades Bonang sempat menanyakan ke pihak BPD, namun dijawab tidak ada. Demikian juga saat melacak ke kecamatan, Plt Camat Lasem mengaku tidak menyimpan berkas itu.

Sulistyorini atau Rini adalah satu-satunya warga Desa Bonang yang dipanggil polisi untuk diklarifikasi pada Sabtu (7/6) kemarin. Menurut rencana, salah seorang dari panitia Pilkades Bonang kala itu, juga akan dihadirkan ke Mapolres Rembang pada Rabu (11/6) ini.

Namun Rini mengaku tidak tahu, siapa nama anggota panitia yang akan dipanggil. Yang jelas, sejauh ini, baru dua orang dari Desa Bonang yang telah dimintai keterangannya oleh polisi.

Dia berharap, dokumen pendukung yang diserahkannya kepada polisi, akan lebih menerangkan peran kades dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua BPD Bonang. Dia mengaku tidak merasa dipersulit saat mengakses dua dokumen penting tersebut.

Pihak warga Desa Bonang mengaku bisa bersabar dengan proses hukum yang sedang dilakukan Polres Rembang. Warga masih percaya pada polisi, bisa merampungkan persoalan ini hingga tuntas. Menurut Rini, kondisi Desa Bonang masih kondusif dan belum ada pertemuan antara warga dengan Kades Syaiful Shodikin.

Kades Bonang diadukan warga atas dugaan penggunaan ijazah asli tetapi palsu saat mencalonkan diri sebagai kepala desa. Syaiful juga diduga telah memalsukan tanda tangan Ketua BPD Masturi pada proposal dan LPj ADD 2012 serta penyalahgunaan aset desa. Kepada MataAir Radio, Kades Bonang mengaku siap memberikan klarifikasi kepada polisi, jika diminta. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. suria

    Juni 11, 2014 at 3:52 pm

    polisi tdk profesional dan konyol ya begini ini contohnya… bagaimana dokument itu bisa ditemukan, mestinya tanggujawab semua pihak, terutama polisi sebagai lembaga negara utama yang memiliki kewenangan untuk memaksa pihak tertentu yang terkait dengan tanggungjawab peyimpanan dan ditemukannya berkas penting tersebut.. bukan terima mateng pada pelapor saja..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan