Warga Belajar Paket C Siap Hadapi UNBK

Selasa, 27 Maret 2018 | 18:26 WIB

Simulasi UNBK bagi warga belajar Paket C PKBM Budi Utomo Sluke di SMA Negeri 1 Lasem pada 14-15 Februari 2018. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Warga belajar yang tergabung dalam Kejar Paket C setara SLTA di Kabupaten Rembang diklaim siap menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2018.

Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo Sluke Sutrisno mengakui, warga belajar sempat menuai tantangan berupa tingkat keterampilan menguasai komputer yang tidak memadai.

“Karena ini hal baru, saat simulasi pertama UNBK, perlu ekstra. Kita sebelumnya nggak ada pelajaran komputer kan,” terangnya kepada mataairadio.

Selain itu, juga keterbatasan fasilitas komputer di PKBM.

“Di PKBM, kita nggak ada komputer untuk warga belajar,” tandasnya.

Namun, menurut Sutrisno, warga belajar telah mengikuti tiga kali simulasi dan akan bergabung di SMA Negeri 1 Lasem untuk penyelenggaraan UNBK tahun ini.

“Setelah tiga kali simulasi, mereka tampak lancar mengoperasikan komputer untuk UNBK. Kita nanti gabung di SMA Negeri 1 Lasem. Awalnya di SMP Negeri 1 Lasem, tapi nggak jadi,” ujar dia.

Ia menyebutkan, jumlah warga belajarnya yang akan mengikuti UNBK sebanyak 58 orang. Mereka dari berbagai kelompok usia, namun mayoritas sudah dewasa. Paling tua berusia 45 tahun.

“Latar belakangnya macam-macam. Ada karyawan swasta, wiraswasta, bahkan perangkat desa. Paling tua berusia 45 tahun. Banyakan yang dewasa,” terangnya.

Warga belajar dari PKBM Budi Utomo yang akan mengikuti UNBK tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Sluke, tetapi juga ada yang berasal dari Kecamatan Rembang, bahkan ada yang dari Kabupaten Pati dan Blora.

“Umumnya mereka ini adalah yang dulunya drop-out dari sekolah,” bebernya.

Karena UNBK tahun ini adalah yang pertama bagi warga belajar di PKBM, Sutrisno tidak berani mematok target mereka bakal lulus 100 persen.

“Kami nggak sebegitu yakin bisa seperti tahun lalu ketika masih ujian nasional berbasis kertas, lulus seratus persen. Ya nanti minimal 75 persen lah,” ucapnya.

Pihak PKBM berharap kepada Pemkab Rembang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk mulai berpikir menyuplai bantuan perangkat komputer bagi warga belajar.

“Ke depan, kami berharap Pemerintah membantu komputer. Warga belajar yang baru masuk, kita sudah kenalkan pelajaran komputer,” harapnya.

Ia menambahkan, Pemkab belum sampai memberikan bantuan anggaran kepada PKBM untuk penyelenggaraan UNBK bagi warga belajar yang akan berlangsung pada 27-30 April 2018.

“Bantuan yang khusus buat UNBK gak ada. Yang ada ya BOP tahunan itu. Tapi kita kemarin sepakat dengan warga belajar untuk ada biaya buat UNBK. Transportasi mereka ke Lasem,” kata Sutrisno.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan