Wagub: Kader Muda NU Jangan Terjebak Politik Uang

Sabtu, 8 Februari 2014 | 15:06 WIB
Acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IPNU-IPPNU Jateng di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Sabtu (8/2).

Acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IPNU-IPPNU Jateng di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Sabtu (8/2).

REMBANG, MataAirRadio.net – Kader muda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diharapkan tidak terjebak dalam politik uang di Pemilhan Umum (Pemilu) 2014. Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dalam sambutannya di acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IPNU-IPPNU Jateng di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Sabtu (8/2) siang.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Sekda Jawa Tengah Djoko Sutrisno, Heru menyebut IPNU-IPPNU memiliki potensi besar dalam menyukseskan Pemilu. Namun menurutnya, generasi muda NU ini perlu dibekali pengayaan informasi agar tidak tergiur oleh politik uang. Sebab, jika sudah terjebak oleh politik uang, maka idealisme untuk mendudukkan pemimpin negara dan legislatif yang jujur, akan sirna.

Wagub juga mengatakan, selain sebagai sarana untuk memperat tali silaturahmi antara IPNU dan IPPNU serta menyusun program kerja yang proaktif di tengah kondisi masyarakat di masa kini, rakerwil agar didayagunakan untuk memberikan pencerahan mengenai peran aktif kaum muda NU dalam suksesi demokrasi.

Heru Sudjatmoko dalam sambutannya menambahkan, keberadaan IPNU-IPPNU sangat diperlukan dalam mengawal proses transisi demokrasi yang saat ini tengah dilakukan. Menurut pasangan Ganjar Pranowo ini, pilihan sistem demokrasi untuk menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara membutuhkan dukungan semua pihak.

Wagub mengemukakan, upaya mengawal proses demokrasi menjadi sangat penting. Salah satunya agar tidak muncul stigma atau ciri negatif terhadap penerapan demokrasi di Indonesia. Demokrasi menurut Heru, dibangun untuk menyejahterakan seluruh masyarakat dan memajukan negara.

Melalui Djoko Sutrisno, Heru menegaskan, peran kritis IPNU-IPPNU diperlukan untuk membangun bangsa secara lebih utuh. Mereka juga diharapkan mampu menghindarkan terjadinya kerusuhan dan peristiwa-peristiwa yang mengancam stabilitas nasional.

Rakerwil IPNU-IPPNU Jawa Tengah kali ini diselenggarakan hingga 9 Februari 2014. Tercatat sebanyak 100 orang pengurus IPNU dari 22 kabupaten dan 65 orang pengurus IPPNU dari 21 kabupaten atau kota di Jawa Tengah, menghadiri rapat kerja wilayah tersebut. Sedianya, Wakil Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan membuka Rakerwil ini. Namun menurut Djoko Sutrino, Wagub sedang takziah di salah satu kerabatnya di Purbalingga sehingga tidak hadir. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan