Wacana Mal Bergulir, DPRD Minta Kajian Dulu

Kamis, 16 November 2017 | 16:51 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Wacana pembangunan mal di Kabupaten Rembang kembali bergulir, setelah pengelola sebuah hotel di daerah ini menyebut akan adanya pembangunan mal pada tahun 2018.

Manajer Hotel Fave Rembang Iwan Setiawan mengatakan, di awal tahun depan ada mal di depan Rumah Sakit Bina Bakti Husada, sekaligus akan mendukung pertumbuhan industri bidang perhotelan.

Anggota DPRD Kabupaten Rembang Joko Suprihadi meminta ada kajian atas rencana pembangunan mal di wilayah itu, meski hingga Kamis (16/11/2017) ini, belum ada sekalipun obrolan di parlemen.

Menurutnya, perlu ada analisis mendalam untuk menentukan apakah rencana pembangunan mal menguntungkan masyarakat dan Pemerintah. Selama ini belum ada informasi soal kajian manfaat mal.

“Saya bukan pada posisi setuju atau tidak setuju, tetapi mengingatkan agar jangan sampai hasilnya jadi kontraproduktif. Kajian itu penting mengingat mal akan memberikan pengaruh bagi masyarakat,” terangnya.

Ia menyebutkan, pengaruh yang paling dirasakan antara lain terkait pemasaran produk usaha kecil menengah (UKM). Ia pun mengungkit keberadaan toko modern berjejaring yang tidak pro-UKM.

“Kita punya Perda yang mengatur bahwa investor pasar modern wajib menjalin kemitraan dengan UKM. Tapi, pada soal toko modern berjejaring saja, belum ada satu pun produk UKM yang masuk,” ungkitnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Rembang Subakti menyatakan belum ada pihak yang mengajukan izin lokasi maupun izin prinsip guna pembangunan mal.

“Belum ada yang mengajukan (izin lokasi ke BKPRD Kabupaten Rembang),” katanya kepada mataairradio.com.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan