Vonis Muttaqin Lebih Rendah Setahun dari Tuntutan JPU

Monday, 4 August 2014 | 17:36 WIB
Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, (Foto Pujianto)

Abdul Muttaqin (berbaju kotak-kotak) seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Rembang, (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang akhirnya menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan terhadap terdakwa korupsi pada proyek Program Percepatan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011 Abdul Muttaqin.

Vonis Majelis Hakim pada persidangan Senin (4/8) siang ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Namun meski divonis lebih rendah, Abdul Muttaqin melalui penasehat hukumnya Darmawan Budiharto menyatakan pikir-pikir.

“Baik terdakwa dan JPU pikir-pikir Mas. Tapi nampaknya (Muttaqin) tidak banding Mas,” ungkap Darmawan saat dihubungi mataairradio.net, Senin (4/8) sore.

Vonis hukuman penjara terhadap Muttaqin dipotong masa tahanan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek senilai Rp1,5 miliar ini ditahan oleh Kejari Rembang sejak 6 November 2013. Kala itu, pejabat asal Lasem ini ditahan dan dititipkan di Rutan Kelas IIB Rembang setelah diperiksa selama sekitar tiga jam.

“(Muttaqin) tetap ditahan di (Lapas) Kedungpane. Terdakwa sempat meneteskan air mata. Vonis ini memang lebih ringan dari tuntutan JPU. Soal fakta persidangan, Majelis Hakim menyatakan klien kami terbukti melanggar Pasal 3 (Undang-Undang Pemberantasan Tipikor) karena penyalahgunaan jabatan,” sambung Darmawan.

Dalam kasus PPID tahun 2011, Abdul Muttaqin sempat mengembalikan uang dua juta rupiah yang ditengarai sebagai “fee” proyek. Selain Muttaqin, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Agus Supriyanto juga duduk sebagai terdakwa pada proyek peningkatan jalan Tegaldowo-Wonokerto-Tahunan sepanjang 6,9 kilometer.

Saat ini, perkara dengan terdakwa Agus masih dalam proses persidangan dan segera memasuki pembacaan tuntutan dari JPU. “Saat ini untuk Pak Agus baru pemeriksaan saksi-saksi. Sebentar lagi (tahap pembacaan) tuntutan,” pungkas Darmawan yang juga bertindak sebagai Kuasa Hukum Agus Supriyanto. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan