Varia Usaha Beton Segera Pindah dari Nyikaran

Selasa, 7 April 2015 | 17:06 WIB
Sugeng Kusheri, Manajer Operasional Pabrik PT Varia Usaha Beton di Nyikaran. (Foto:Pujianto)

Sugeng Kusheri, Manajer Operasional Pabrik PT Varia Usaha Beton di Nyikaran. (Foto:Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Manajemen PT Varia Usaha Beton cenderung pindah pabrik dari wilayah Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang. Hal itu setelah mereka sulit mematuhi aturan yang melarang pabrik beroperasi hingga malam hari, seperti juga protes dari warga.

Manajer Operasional Pabrik PT Varia Usaha Beton di Nyikaran Sugeng Kusheri mengaku terganggu dengan protes warga yang berlangsung secara terus menerus. Jika pabrik dilarang beroperasi sampai malam, pihaknya terancam gagal memenuhi target dari PT Semen Indonesia.

Pembangunan pabrik semen mesti selesai pada 2016. Sementara pabrik beton di Nyikaran merupakan penyuplai beton untuk pembangunan pabrik semen. Manajemen perusahaan memang cenderung mempertimbangkan memindahkan pabrik dari wilayah Desa Kemadu. Paling lama pada bulan Mei nanti.

“Kalau terganggu (protes warga) sih iya. Kerja kami jadi nggak nyaman. Target kami untuk memenuhi kebutuhan beton pembangunan pabrik semen bisa terganggu. Padahal pabrik semen mesti sudah beroperasi pada 2016. Memang ada pertimbangan pindah. Paling lama bulan Mei nanti,” ungkapnya.

Dikonfirmasi lebih jauh mengenai tingkat kemungkinan pindah, Sugeng menyebut antara 70-100 persen. Itu artinya, pilihan pindah dari Nyikaran sudah menjadi opsi paling realitis dari pihak perusahaan. Soal kerugian, dia tak menampiknya.

Namun baginya, tingkat kerugian itu tidak lebih besar dibandingkan jika PT Semen Indonesia gagal mencapai target pembangunan, gara-gara suplai beton untuk pembangunan pabrik semen, terganggu. Keputusan akhir tinggal menunggu ketok palu dari manajemen Varia Usaha.

Meski enggan membeberkan lokasi pabrik barunya, Sugeng mengisyaratkan akan pindah ke wilayah dekat tapak pabrik. Dia memastikan belum ada bahan atau alat yang dipindahkan ke lokasi baru karena menunggu keputusan dari pemegang kebijakan perusahaan.

“Kalau rugi sih sudah pasti. Tapi ruginya tidak lebih besar dibandingkan jika target PT Semen Indonesia tidak tercapai. (Probabilitas pindah) Sekitar 70-100 persen. Pindahnya ke mana, itu wewenang manajemen yang menjelaskan. Tetapi dekat dengan tapak pabrik,” bebernya.

Sementara itu, sepuluh warga di dekat pabrik beton milik PT Varia Usaha Beton di Nyikaran, kembali mengadu kepada DPRD Rembang, Selasa (7/4/2015) pagi. Untuk yang kedua kalinya, mereka melaporkan pabrik tersebut karena masih tetap beroperasi di luar jam kerja, melanggar komitmen yang dibuat.

Sebelumnya, atas aduan yang pertama dari warga, DPRD telah menerbitkan rekomendasi kepada Badan Lingkungan Hidup Rembang agar mengeluarkan peringatan tahap satu. Dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan, Varia Usaha berkomitmen beroperasi hingga pukul 15.30 WIB saja.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan