Vaksin Untuk Masyarakat Sama dengan Vaksin Untuk Bupati dan Pejabat Lainnya

Senin, 25 Januari 2021 | 15:54 WIB

Vaksinator sedang menyiapkan alat suntik dalam pelaksanaan vaksinasi perdana di Kabupaten Rembang, pada Senin (25/01/2021) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz memastikan, vaksin untuk masyarakat sama dengan vaksin yang telah disuntikkan kepada dirinya pada pelaksanaan vaksinasi perdana di Kabupaten Rembang, pada Senin (25/01/2021) pagi.

Vaksin Corona itu bermerek Sinovac produksi China yang berbasis di Beijing.

Hafidz meminta, supaya masyarakat jangan merasa dibeda-bedakan terkait pemberian suntik vaksin Corona.

Menurutnya, semua vaksin yang dipakai dalam pelaksanaan vaksinasi oleh pemerintah nantinya merupakan produk yang sama satu perusahaan.

“Saya kira sama. Produknya dari perusahaan yang sama, jadi saya kira ndak ada perbedaan. Jadi jangan sampai masyarakat ini merasa dibedakan,” terangnya.

Dirinya menilai, apabila ada informasi bahwa vaksin untuk masyarakat berbeda dengan yang disuntikkan kepada para pejabat, itu merupakan ulah dari orang yang ingin membikin kacau suasana.

Ia menegaskan bahwa, vaksin yang diedarkan oleh pemerintah sudah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita serahkan kepada ahlinya. Jangan sampai kita berspekulasi dengan pikiran kita sendiri, apalagi dari pikiran-pikiran yang memang sengaja mengacaukan negara,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Ali Syofi’i menyebutkan, pihaknya telah menerima empat ribu dosis vaksin merek Sinovac dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Sebenarnya alokasi vaksin di tahap pertama untuk Kabupaten Rembang ada sebanyak 5.040 dosis, namun Pemprov Jateng baru memberi empat ribu dosis.

Vaksin tersebut sudah diambil oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang menggunakan kendaraan khusus pengangkut vaksin, pada Ahad (24/01/2021) kemarin, dengan pengawalan secara ketat oleh aparat kepolisian.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan