Utang Lunas, PDAM Rembang Diminta Mulai Pikirkan Deviden

Rabu, 15 Oktober 2014 | 17:42 WIB
Kasubag Pemasaran dan Penagihan PDAM Rembang Sri Wahyuni saat mengecek perhitungan pembayaran rekening salah satu pelanggan, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Kasubag Pemasaran dan Penagihan PDAM Rembang Sri Wahyuni saat mengecek perhitungan pembayaran rekening salah satu pelanggan, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang sudah akan bisa mulai menyetor deviden atau bagi hasil laba ke kas daerah, setelah perusahaan daerah ini menuntaskan seluruh tanggungan utangnya pada September kemarin.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi menjelaskan bahwa tidak adanya setoran deviden dari PDAM ke daerah selama ini, salah satunya dipengaruhi oleh dimilikinya beban utang kepada pihak asing.

Terakhir kali, PDAM Rembang menanggung utang Rp4,7 miliar. Namun utang tersebut sudah berhasil dilunasi September kemarin, setelah PDAM mampu untuk mengalokasi keuntungan Rp2,2 miliar, dan disokong Rp2,5 miliar dari Pemkab Rembang.

“Ya. (Setelah utang PDAM lunas) sudah bisa mulai setor deviden. Selama ini memang belum pernah. Bagaimana mau setor, mereka (PDAM) saja punya utang. Saat ini kan sudah lunas, jadi sudah bisa setor bagi hasil keuntungan ke Pemkab,” kata Zawawi kepada mataairradio.com, Rabu (15/10/2014) siang.

Namun dia mengatakan, postur anggaran pada APBD 2015 nanti, belum tentu akan memasukkan pos pendapatan dari PDAM. Namun mengenai berapa besarannya, dia belum bisa menguraikan, mengingat masih dibutuhkannya perhitungan.

“Kinerja PDAM kini bagus. Buktinya kemarin mereka bisa mengalokasi keuntungan untuk membayar tanggungan utang. Soal besaran (deviden), kami belum bisa bicara. Kan masih butuh itung-itungan,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menegaskan, Pemkab belum akan mengambil keputusan meminta deviden atau bagi hasil laba dari PDAM. Pihaknya menyatakan memiliki sejumlah pertimbangan.

“Pemkab belum akan mengambil keputusan untuk meminta deviden (PDAM). Pertimbangannya bahwa keuntungan PDAM digunakan untuk investasi dalam rangka memperluas cakupan layanan air bersih di perdesaan dan perkotaan,” terangnya.

Keuntungan yang didapat PDAM Rembang, menurutnya, bisa dipergunakan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Kalipang Kecamatan Sarang, yang diprediksi mampu mencakup 1.700 pelanggan baru.

“Pemkab juga berencana memanfaatkan Embung Panohan di Kecamatan Gunem guna memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat Rembang wilayah Sulang dan Gunem. Usulan debit air yang digunakan antara 30-40 liter/detik, sehingga diperkirakan mampu melayani 2400 pelanggan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan