Usung Hafid Maju Pilkada, Sejumlah Kader PPP Protes

Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:53 WIB
Sejumlah Petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah kader Partai Persatuan Pebangunan (PPP) Kabupaten Rembang memprotes atas penetapan dan deklarasi, Abdul Hafidz sebagai bakal calon bupati pada pemilihan kepala daerah mendatang.

Penetapan dan deklarasi atas diusungnya kembali Abdul Hafidz sebagai bakal calon Bupati Rembang pada Pilkada mendatang itu dilakukan, pada Selasa (1/10/2019).

Ahmad Mujib Elmuis ketua aliansi kader PPP lintas generasi mengatakan, penolakan tersebut berdasarkan aturan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP.

“Di dalam aturan tersebut mengharuskan pihak Dewan Perwakilan Cabang (DPC) menggelar konvensi atau kesepakatan bersama untuk menentukan bakal kandidat yang nantinya akan diusung,” terangnya.

Dia menerangkan, padahal pada Selasa (1/10/2019) lalu, undangan yang dibuat oleh pihak panitia adalah temu kader PPP untuk konsolidasi, namun faktanya malah dirubah menjadi ajang deklarasi penentuan Abdul Hafidz sebagai Bacabup tunggal dari PPP.

Pihaknya menyesalkan hal tersebut, sebab dalam tradisi di PPP ada beberapa hal dalam menentukan calon.

Alur tradisi dalam menentukan calon itu yakni silaturahmi kepada para sesepuh partai, kemudian menyerap aspirasi dari seluruh kader, lalu dilanjutkan konvensi, serta memberikan daftar nama hasil konvensi kepada DPC, kemudian diserahkan kepada DPW dan DPP.

Mujib menyebutkan, ada banyak kader potensial yang bisa ikut dalam konvensi Bacabub, seperti Abdul Hafidz yang saat ini menjabat sebagai Bupati Rembang, Majid Kamil (Ketua DPRD Rembang), dan Abdul Aziz (Anggota DPRD Jawa Tengah), serta beberapa nama lain seperti Nasirul Mahasin (Mantan Wakil Bupati Rembang).

“Harusnya jangan tiba-tiba menentukan calon dan deklarasi tanpa ada konvensi. Kita juga ikut membesarkan PPP lho. Voter saya tujuh ribu orang pas Pileg kemarin,” katanya.

Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Rembang Samsul Huda saat dimintai keterangan oleh mataairradio menyatakan, tidak kaget dengan munculnya protes dari beberapa kader atas deklarasi tersebut.

“Hal yang wajar ketika putusan politik menimbulkan ketidakpuasan yang merata,” ujar politisi asal Pamotan itu.

Samsul menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi bagi kader yang berbeda pendapat. Apalagi kader tersebut tidak masuk dalam struktural PAC maupun DPC.

Dirinya menegaskan, konvensi yang akan digelar PPP Rembang adalah untuk menjaring Calon Wakil Bupati (Cawabup) sebagai pendamping Abdul Hafidz. Soal kapan waktunya, pihaknya belum bisa memberikan kepastian.

“Ya biasalah, kalau ada kader yang tidak puas dengan pak Hafidz. Tapi saya tegaskan bahwa konvensi nanti untuk mencari pendamping Pak Hafidz,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang Majid kamil atau yang akrab disapa Gus Kamil menegaskan sampai saat ini di dalam internal PPP belum ada kader lain yang elektabilitasnya setinggi Abdul Hafidz.

“Sampai saat ini Pak Hafidz elektabilitasnya paling tinggi, apalagi beliau menjabat sebagai Bupati,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan