Usai FGD Grobogan, KPU Ganti APK Hilang

Kamis, 8 Oktober 2015 | 18:09 WIB
Alat peraga kampanye Pilkada Rembang 2015 yang dipasang KPU Rembang di Desa Pandangan Wetan. (Foto; mataairradio.com)

Alat peraga kampanye Pilkada Rembang 2015 yang dipasang KPU Rembang di Desa Pandangan Wetan. (Foto; mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang berkemungkinan mengganti alat peraga kampanye yang hilang pada masa kampanye. Hal ini setelah pihak KPU mengikuti focus group discussion (FGD) di Grobogan, Rabu (7/10/2015) kemarin.

Namun Komisioner Divisi Kampanye pada KPU Rembang M Salam yang hadir di FGD tersebut mengaku masih perlu membahas secara internal penggantian alat peraga kampanye yang hilang.

“Pembahasan itu menyangkut pencermatan kembali ketersediaan anggaran di KPU,” jelasnya.

Menurutnya, rapat internal KPU akan ditentukan setelah monitoring APK selesai. Sementara Salam memperkirakan, monitoring APK di setiap wilayah kecamatan, baru akan selesai pada 11 Oktober 2015.

“Ini saya sedang monitoring APK di Sarang. Monitoring selesai 11 Oktober 2015. Nanti kalau sudah selesai monitoring, kita lanjut dengan rapat internal,” katanya ketika dihubungi pada Kamis (8/10/2015) pagi.

Salam mengatakan, koordinasi di internal KPU Rembang tidak hanya membahas penggantian APK hilang, yang sebelumnya diatur tidak secara jelas di surat edaran KPU Pusat.

“Tetapi juga membahas penggantian APK rusak, meski teknis penggantiannya telah diatur secara jelas di SE,” ujarnya.

Disebutkan di surat edaran yang diterima KPU Rembang 1 Oktober lalu, APK yang rusak, diganti oleh KPU, dengan ketentuan, dilakukan lelang sederhana jika yang diganti lebih dari Rp200 juta, atau dilakukan pengadaan langsung jika nilai yang diganti kurang dari Rp200 juta.

Menurut Salam, ketersediaan anggaran menjadi poin yang perlu dibedah dan diketahui lebih dulu, sebelum KPU memutuskan mengganti APK yang hilang atau rusak.

Apalagi, anggaran KPU dipangkas Rp100 juta oleh DPRD di pembahasan APBD Perubahan jadi tinggal Rp17,1 miliar.

Salam menambahkan, sejak dipasang secara serempak pada 15 September silam, jumlah spanduk kampanye yang hilang sudah mencapai 100 lembar.

Tetapi KPU tidak merinci spanduk kampanye untuk pasangan calon mana saja yang hilang.

Namun Salam mengungkapkan, wilayah kecamatan yang paling banyak kehilangan spanduk kampanye adalah di Kecamatan Sarang, Kragan, dan Kaliori.

Selain itu, beberapa umbul-umbul kampanye juga dilaporkan hilang. Tetapi KPU belum bisa menyebutkan secara rinci datanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan