Usai Dinyatakan Menang, Ganjar Sowan Mbah Moen dan Gus Mus

Jumat, 10 Agustus 2018 | 03:52 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi pernyataan kepada awak media seusai sowan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri di Kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh-Rembang, pada (9/8/2018) malam. (Foto: Mukhammad Fadlil)

REMBANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di Kelurahan Leteh-Rembang, pada Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 17.58 WIB.

Maksud kedatangan Ganjar murni hanya sebatas silaturahmi kepada Gus Mus. Dalam perbincangannya, keduanya membahas mulai dari kondisi sosial masyarakat hingga soal calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

Selain itu, Ganjar sempat menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada acara perayaan ulang tahun Gus Mus ke-74, yang bakal digelar pada Sabtu (11/8/2018) mendatang, di Beranda Suara Merdeka, Jalan Pandanaran II/10, Mugassari, Semarang.

“Kalau ini saya silaturahmi saja. Karena sejak selesai saya dinyatakan pemenang sama Gus Yasin itu belum ke sini. Maka, tadi ada acara di Jepara mampir ke nengok Mbah Moen (KH Maemun Zubair, red.) sekaligus ke Gus Mus. Kebetulan beliau mau ulang tahun hari Sabtu (11/8/2018), saya izin kalau besok ngak bisa hadir,” katanya.

Saat ditemui awak media seusai berbincang-bincang dengan Gus Mus selama kurang lebih satu jam, Gubernur Jawa Tengah sekaligus Politisi PDI-P ini menyatakan kaget saat diberitahu Gus Mus mengenai terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden untuk mendampingi Joko Widodo.

“Gus Mus tadi keluar menemui saya trus bilang; mpun maos berita Mas, ini cawapresnya kok Pak Ma’ruf Amin. Saya langsung kaget. Kami semua kaget, termasuk juga Bib Anis (Anis Soleh Ba’asin) ikut kaget,” ungkapnya.

Ganjar menilai Kiai Ma’ruf Amin merupakan sosok yang sesuai untuk mendampingi Joko Widodo, di tengah panas-dinginnya suhu politik yang tengah berlangsung di Indonesia. Apalagi kapitalisasi agama di kancah politik terbilang tinggi, sehingga diperlukan tokoh agama seperti Kiai Ma’ruf Amin.

“Ketika hari ini situasi eksternal sosial, kapitalisasi agama dalam politik tinggi, maka saya kira ya butuh tokoh-tokoh yang punya kapasitas agama yang tinggi. Sehingga nanti bangsa ini menjadi baik,” kata Ganjar.

Ketika dimintai tanggapan mengenai terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai Cawapres untuk mendampingi Joko Widodo, tokoh ulama yang sekaligus Budayawan, KH Ahmad Mustofa Bisri justru menyatakan, tidak berhak menanggapi.

Menurut Gus Mus, terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai pendamping calon presiden petahana pada Pilpres 2019 mendatang merupakan keputusan Joko Widodo dengan partai koalisinya.

“Itu kan wewenangnya Pak Jokowi untuk memilih cawapres. Partai-partai politik yang koalisi saja tanda tangan kok. Saya urusannya apa. Saya tidak ada pendapat, itu kan wewenangnya Jokowi. Semuanya mengatakan begitu, partai-partai koalisi juga menyerahkan kepada Jokowi. Jokowi ya memilih sesuka dia,” tuturnya.

Gus Mus menjelaskan, Nahdlatul Ulama secara organisatoris tidak ada kaitannya dengan partai politik dan tidak berurusan dengan politik praktis. Selama ini NU lebih bergerak pada politik kebangsaan dan kerakyatan.

“NU secara organisatoris tidak ada kaitannya dengan partai politik, tidak berurusan dengan politik praktis. Istiahnya Pak Kiai Sahal, Rais Aam PBNU yang dulu; politik NU itu politik tinggi bukan politik rendah.

Maksudnya; politik kebangsaan, politik kerakyatan itu yang dianut oleh NU. Bukan politik kekuasaan atau politik praktis. Kalau warga NU itu sama dengan warga-warga negara yang lain memiliki hak politik,” bebernya.

Sementara itu, Gus Mus menekankan kepada pengurus NU secara struktural, supaya tidak mencatut NU dalam berpolitik praktis.

“Kalau anda sudah menjadi pengurus NU secara struktural, ya jangan bawa NU, sampeyan pribadi saja. Kalau Cawapres ya harus mundur. Kalau tidak kan nanti Rais Aam dibawah Presiden,” terangnya.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo sowan kepada Kiai Maemun Zubair terlebih dahulu, di Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar di Desa Karangmangu-Sarang.

Ganjar berkunjung ke Rembang ditemani bebrapa koleganya dengan mengunakan mobil pribadi merek Toyota jenis Innova warna hitam dengan nomor poilisi H 7415 SQ.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan