Usai Dilantik ESI Rembang Bersiap Jaring Atlet

Minggu, 21 Maret 2021 | 11:36 WIB

Wakil Ketua ESI Kabupaten Rembang, Ahmad Syakir saat diwawancarai awak-media, pada Sabtu (20/3/2021) siang. (Foto: mataairradio.com)


REMBANG, mataairradio.com –
Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Rembang sudah secara resmi dilantik pada 16 Maret 2021, di Pendopo Kabupaten Pati.

Pelantikan dilakukan secara serentak bareng tiga pengurus ESI Kabupaten lain. Seperti Kudus, Pati, dan Grobogan.

Wakil Ketua Pengurus ESI Kabupaten Rembang Ahmad Syakir mengatakan, setelah dilantik pihaknya bersiap untuk menjaring atlet. Namun sebelum itu, dia menjelaskan perlu melakukan pendataan komunitas terlebih dahulu.

“Nah dari situ nanti kita bisa melakukan analisa terlebih dulu, sebelum melakukan penjaringan gamer atau atlet. Kita menjadi tau; berapa banyak dan apa saja jenis game yang diminati di Rembang,” terangnya.

Syakir mengatakan, esports sudah diakui oleh Kementerian Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Infonesia (KONI), sebagai salah satu cabang olahraga (Cabor) prestasi di Indonesia.

Dengan demikin ia manambahkan, Cabor Esports dapat masuk ke Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Soal Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) kita target bisa masuk di tahun 2022. Karena persyaratan untuk masuk Porprov harus sudah dilantik minimal tujuh pengurus kabupaten di tiap provinsi,” terangnya.

Ia mengungkapkan, bahkan gamer asal Rembang ada yang ditarik ke Pati untuk mengikuti kompetisi.

Dengan adanya Pengurus ESI Kabupaten Rembang, Sakir berharap dapat menjadi wadah untuk semua gamer asal Rembang.

“Di Rembang ini geliatnya bagus, soal game. Jenisnya banyak, ada mobile legend, free fire battle ground, dan PUBG Mobile. Malah ada gamer asli Rembang yang ditarik Pati untuk mewakili di sebuah kompetisi,” jelasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan