Usaha Kecil di Rembang Terpukul Harga Elpiji Sentuh Rp20.000

Sabtu, 17 Mei 2014 | 13:56 WIB
Ilustrasi tabung elpiji 3 kilogram. (Foto:Rif)

Ilustrasi tabung elpiji 3 kilogram. (Foto:Rif)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Para pedagang kecil di wilayah timur Kabupaten Rembang mengaku terpukul oleh kenaikan harga elpiji di pasaran. Sudah satu minggu terakhir, harga elpiji bersubsidi menyentuh Rp20.000 per tabung isi tiga kilogram.

Padahal, seminggu sebelumnya, para pedagang kecil ini bisa mendapat elpiji tabung hijau dengan harga Rp18.000. Bahkan sebulan sebelum ini, masih Rp15.000 per tabung dan pasokannya pun lancar.

Nur Tantowi, seorang pedagang ayam goreng di Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan mengaku repot jika harga elpiji naik. Keuntungan usahanya makin tipis, karena harga bumbu di pasaran juga naik. Belum lagi, dia hanya dijatah satu tabung dari dua tabung yang dibutuhkan.

Dia mengaku tidak pernah bertanya kepada pengecer mengenai penyebab elpiji naik. Dia hanya berharap kepada Pemerintah untuk turun tangan membantu warga dan pedagang, agar harga elpiji kembali stabil dan lancar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Sugiyanto menyebut, harga LPG hingga Rp20.000 per tabung, keterlaluan. Menurutnya, elpiji bersubsidi mestinya didapat dengan harga Rp15.000 per tabung.

Pihaknya berjanji melalukan inspeksi mendadak terhadap aksi penjualan elpiji yang disebut “ngawur” ini. Hanya saja, Sugiyanto menyatakan perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dinas. Sebab, pihaknya berencana rapat dulu dengan Gasdom Pertamina, Senin (19/5) ini.

Sugiyanto mengklaim, dari hasil pemantauannya pada Sabtu (17/5), tidak ada keluhan kesulitan mendapat elpiji di Kecamatan Rembang dan Sluke serta Lasem. Dia belum berani menduga, kesulitan dan menjulangnya harga elpiji subsidi, akibat permainan spekulan.

Pihak Bidang Perdagangan pun memastikan belum ada laporan resmi yang masuk dari konsumen. Meski demikian, informasi yang dijumpai di masyarakat akan dijadikan dasar untuk melangkah.

Untuk sementara ini, Sugiyanto menduga kesulitan dan mahalnya elpiji tiga kilogram akibat dari pelonjakan tingkat konsumsi, namun tidak disertai pasokan yang memadai. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. d0el1

    Mei 17, 2014 at 10:22 pm

    ϑȋ̝̊ tindak saja,agen yang menimbun dan nakal ϑȋ̝̊ pidana saja.biar kapok

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan