Undip Pastikan Hasil Akhir Seleksi Pegawai RS Tepat Waktu

Minggu, 22 Februari 2015 | 15:08 WIB
Suasana pelaksanaan tes psikologi calon pegawai non-PNS RSUD dr R Soetrasno di SMK Negeri 1 Rembang, Minggu (22/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Suasana pelaksanaan tes psikologi calon pegawai non-PNS RSUD dr R Soetrasno di SMK Negeri 1 Rembang, Minggu (22/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim ahli dari Universitas Diponegoro atau Undip Semarang memastikan bahwa hasil akhir seleksi calon pegawai rumah sakit daerah Rembang akan diumumkan tepat waktu, bahkan sebelum tanggal 28 Februari mendatang.

Ketua Tim Ahli Undip Semarang FX Sugiyanto menyatakan, hasil tes psikologi diperkirakan sudah mulai keluar pada 25 Februari mendatang.

“Penilaian psikologi di seleksi ini tidak untuk memilih kecocokan seseorang terhadap pekerjaan, tetapi lebih pada kelayakannya,” ujarnya.

Alasannya, peserta seleksi telah lebih dahulu melamar masing-masing formasi sesuai dengan kompetensinya. Menurutnya, kriteria yang layak akan dinilai dengan kategori sangat atau disarankan.

“Kami menargetkan, hasil tes akhir akan diantar langsung ke Rembang pada hari Jumat pagi, 27 Februari mendatang,” tandasnya.

Ketua Tim Rekrutmen Calon Pegawai Non-PNS RSUD dr R Soetrasno Rembang Abdullah Zawawi menambahkan, tes psikologi dan wawancara kali ini melibatkan 25 orang penguji.

Tim ahli dari Undip hanya delapan orang, sehingga menggandeng psikolog dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Setiap peserta menjalani wawancara psikologi selama 30 menit. Mereka juga terlebih dahulu menjalani tes psikologi tertulis.

“Karena setiap penguji hanya mengetes 10 peserta, maka seleksi akhir ini membutuhkan waktu hingga sore hari,” katanya.

Zawawi membenarkan, seleksi calon pegawai tetap non-PNS di rumah sakit, berbeda dengan seleksi PNS. Jika pada seleksi CPNS tidak ada wawancara, tetapi seleksi ini menggunakannya.

“Kami menginginkan pegawai yang siap kerja. Mereka yang diterima akan terhitung bekerja mulai 1 Maret nanti. Mereka hanya akan ,” tegasnya.

Seperti diketahui, mereka yang bisa mengikuti tes psikologi dan wawancara, adalah yang lolos tes tertulis pada 15 Februari lalu.

Dari 240 peserta yang mestinya mengikuti tes psikologi, empat orang di antaranya absen. Dua untuk formasi perawat dan masing-masing satu untuk formasi bidan dan apoteker.

Saat memantau pelaksanaan tes psikologi dan wawancara di SMK Negeri 1 Rembang, Minggu (22/2/2015) pagi, FX Sugiyanto kembali memastikan bahwa tidak ada persoalan serius yang menjadi sebab molornya pengumuman hasil tes tertulis pada Jumat (20/2/2015) kemarin.

“Saat itu hanya terjadi kekeliruan administratif, namun bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ada nama peserta yang tidak lolos seleksi administrasi, tetapi disinyalir mengikuti tes tertulis.

Oleh karena itu, anggota timnya yang sudah berangkat ke Rembang pada saat itu dipanggil kembali ke Semarang, untuk kembali mengonfirmasi data.

“Namun, konfirmasi itu tidak mengganggu hasil seleksi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan