UN SMPLB di Rembang Diawasi Guru Setempat

Monday, 5 May 2014 | 16:52 WIB
Lima orang peserta mengikuti Ujian Nasional 2014 di SMPLB Negeri Rembang, Senin (5/5) pagi. (Foto:Pujianto)

Lima orang peserta mengikuti Ujian Nasional 2014 di SMPLB Negeri Rembang, Senin (5/5) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Lima orang siswa di SMP Luar Biasa Negeri Rembang mengikuti Ujian Nasional setingkat SMP mulai Senin (5/5) ini. Mereka yang semuanya penyandang tuna rungu ini, tampak serius mengerjakan soal ujian hari pertama, Bahasa Indonesia.

Sebagaimana ujian nasional di sekolah biasa, pelaksanaan ujian juga diawasi oleh dua orang pengawas. Namun pengawas tidak disilang dengan sekolah lain. Kepala SMPLB Negeri Rembang Suwarto mengatakan, pengawas merupakan guru setempat, atas restu pihak Dinas Pendidikan.

Dia menjelaskan, pengawas dari guru setempat dianggap lebih paham, memberi penjelasan mengenai aturan dalam mengerjakan naskah soal ujian nasional. Suwarto menilai, para peserta sudah cukup siap mengikuti ujian karena sebelumnya ada bimbingan dari pihak sekolah.

Pihak sekolah mengklaim tidak ada kendala dalam pelaksanaan ujian nasional di hari pertama. Kendala teknis seperti naskah soal rusak dan tertukar, tidak ditemukan. Melalui ujian nasional kali ini, Suwarto optimistis kelulusan siswanya akan 100 persen.

Menurutnya, tidak ada masalah dengan himpunan nilai ujian per semester dari para peserta ujian ini. Dia menyebutkan, proporsi pembentuk nilai sekolah, yang 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai ujian sekolah, berlaku pula di SMPLB.

Suwarto menegaskan, selain fokus menyukseskan UN bagi siswa, pihaknya pun mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMALB. Dia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, hanya satu lulusan SMPLB yang tidak melanjutkan ke tingkat SMA.

Ujian Nasional SMP/MTS tahun 2014 diikuti 40 SMP dan lima MTs Negeri, serta 13 SMP dan 36 MTs swasta. Peserta UN dari SMP Negeri, sebanyak 5.361 siswa, sedangkan yang dari SMP swasta 273 siswa.

Ada pun peserta UN dari MTs Negeri sebanyak 880 siswa, sedangkan dari MTs swasta 2.482 siswa. Ada pula tiga lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan SMP atau Paket B. Peserta Ujian Nasional Paket B sebanyak 128 orang, sedangkan untuk Wustho atau setara MTs sebanyak 98 orang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan