Umur Bisnis Lovebird Diprediksi masih Panjang

Rabu, 1 November 2017 | 15:43 WIB

Bagus Mey (bertopi), pencetak mutasi lovebird jenis biola biru pertama di Indonesia. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bagi Bagus Mey, bisnis lovebird masih memiliki prospek yang cukup panjang. Hingga 20 tahun mendatang, bisnis yang digelutinya diprediksi masih akan terus berjalan.

Bagus Mey adalah peternak lovebird yang disegani di kalangan 200.000-an penghobi burung ini di Indonesia, terutama sejak ia memproduksi jenis biola poros yang diekspornya ke Mesir dan Bahrain.

Ia asli kelahiran Tasikagung, Rembang. Namun kini, ia lebih banyak di Sleman, Yogyakarta. Beternak lovebird di sana. Ia memiliki 150-an pasang lovebird, yang hampir semuanya jenis biola biru.

“Saya mulai beternak lovebird tahun 2008, dan pada 2013, dari kandang saya keluar biola biru. Kami ekspor ke luar negeri seperti Mesir dan Bahrain. Selain untuk piaraan, juga untuk eksperimen,” katanya.

Di kalangan peternak, biola biru termasuk produk mahal. Harganya paling murah delapan juta rupiah. Paling tinggi, puluhan juta rupiah. Di dalam negeri, peminatnya tidak hanya di Pulau Jawa.

“Memelihara lovebird tidak sampai menyita waktu. Saya cukup mengalokasikan waktu empat jam per hari; pagi dua jam, sore dua jam,” kata karyawan dari perusahaan telekomunikasi ini.

Lalu bagaimana mengelola bisnis lovebird yang diamininya memiliki perubahan tren yang cepat? Bagus yang lulusan Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tahun 2008 memberi trik.

“Harus pandai-pandai meramal tren. Kalau sudah nggak ngetren ya tinggalkan saja. Tren untuk tahun depan masih biola poros dengan variasi tertentu seperti biola parblue,” katanya di kantor mataairradio.com.

Bapak dua anak ini mengakui, di awal membangun bisnis lovebird, keluarga, terutama istri menentangnya. Tetapi seiring dengan penghasilan besar dari penjualan lovebird produksinya, keadaan terkendali.

“Bagi para pemula, belajar terlebih dahulu yang sudah berpengalaman, terutama dalam hal beternak dan memahami tren. Bisnis ini masih akan panjang karena banyak mutasi baru yang belum keluar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan