UMKM Dengan Omzet Hingga Rp500 Juta Tidak Dikenai Pajak

Jumat, 10 Desember 2021 | 10:57 WIB

REMBANG, mataairradio.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki omzet hingga Rp500 juta tidak dikenai pajak penghasilan atau PPh.

Hal itu disampaikan oleh Ari Hadi Susilo Kepala  Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Rembang saat Kegiatan “Edukasi Pelaporan SPT Tahunan PPh dan Sosialisasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan” bagi para pelaku UMKM.

“Edukasi SPT Tahunan dan Sosialisasi Undang-undang yang baru disebut Undang-Undang HPP, pelaksanaannya adalah tahun 2022. Jadi dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat akan segera tahu dan melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar, sekaligus edukasi tentang pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi terutama UMKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, Undang-undang yang lama yang mengatur tentang perpajakan bagi UMKM tidak ada batas minimal dikenakan pajak, sehingga berapapun jumlah penghasilan UMKM akan dikenakan pajak, namun pada Undang-undang HPP yang baru ini ada batas minimalnya. Yakni UMKM yang omzetnya, di atas Rp500 juta dikenakan pajak, sehingga di situlah ada sisi keadilannya.

Artinya UMKM yang memiliki Omzet sampai dengan Rp500 juta tidak perlu membayar pajak,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Kampus YPPI Rembang itu hasil kerja sama antara Tax Center YPPI Rembang, Dinindagkop UMKM Rembang, serta KP2KP Rembang.

Ketua Tax Center YPPI Rembang Agus Widodo menyebutkan, ada sebanyak 60 pelaku UMKM yang mengikuti sosialisasi itu. Pelaksanaan nya dibagi menjadi dua sesi.

“30 UMKM pada hari Selasa (7/12/2021) dan 30 UMKM sisanya pada hari Rabu (8/12/2021),” terangnya.

Ia menyampaikan, Tax Center sebagai lembaga pendidikan, pada kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya kalangan UMKM di Kabupaten Rembang.

Ia berharap dengan diadakan edukasi dan sosialisasi seperti ini dapat memberikan pemahaman bagi pelaku UMKM di Rembang dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Setelah dari kegiatan ini, UMKM dapat menularkan pemahamannya kepada lingkungan sosial disekitarnya mengenai edukasi dan sosialisasi pajak yang diperoleh dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Mufid salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini mengaku, memperoleh banyak manfaat. Dirinya menjadi tahu bagaimana mekanisme perpajakan bagi kalangannya.

“Manfaat yang diperoleh setelah ikut kegiatan ini mendapat materi perpajakan khusunya UMKM dan mengetahui hal-hal mengenai perpajakan. Harapan kedepannya kegiatan seperti ini agar diadakan lagi,” tuturnya.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan