UMK Rendah Rembang Disebut Tarik Minat Investor

Senin, 1 Mei 2017 | 15:26 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan keterangan pers kepada para pewarta seusai menghadiri peringatan Hari Buruh di Kabupaten Rembang, Senin (1/5/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat upah minimum kabupaten (UMK) yang rendah di Kabupaten Rembang disebut menjadi daya tarik bagi para investor.

UMK 2017 di Kabupaten Rembang ditentukan Rp1.408.000 sekaligus sebagai daerah dengan tingkat UMK terendah ketiga dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Rembang Syaiko Rosyidi mengatakan, tingkat UMK Rembang yang rendah menjadi momentum daerah untuk menumbuhkan ekonomi.

Ia yang memberikan sambutan mewakili Ketua Panitia Acara Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Rembang, Senin (1/5/2017), juga menyebut kondusivitas dunia usaha di daerah ini turut memengaruhi kedatangan investor.

“UMK Rembang yang masih tergolong rendah, menjadi momentum bagi kita untuk
mensinergikan serikat pekerja dengan dunia usaha, sehingga Kabupaten Rembang mampu mengejar kota sekitarnya, yang kondisi ekonomi sudah cukup baik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rembang Abdul Hafidz membenarkan, investor mudah beralih tempat apabila para tenaga kerjanya sering berunjuk rasa.

Padahal dengan banyaknya investor yang masuk di Rembang, diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Bupati mengungkapkan sejumlah investor segera menanamkan modalnya di daerah ini. Saat ini, di Rembang terdapat 306 perusahaan dengan jumlah total pekerja sekitar 3.000 orang.

Ia menyebut pabrik sepatu dan pabrik gula, yang pada saat sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan. Konon, pabrik sepatu yang bakal dibangun di Rembang membutuhkan 20.000 tenaga kerja.

“Dalam tiga tahun tahun ke depan diprediksi perekonomian di Rembang sudah berbeda, perputaran ekonomi akan meningkat pesat,” katanya saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Rembang Adna Tukiman mengapresiasi peringatan Hari Buruh di daerah ini yang selalu aman dan damai, sejak dahulu hingga saat sekarang.

“Peringatan Hari Buruh seperti ini, kalau di Ibukota biasanya diisi dengan aksi demo menyampaikan tuntutannya. Kalau di Rembang, bersyukur aman,” katanya.

Menurutnya, kondusivitas itu karena hubungan antara Pemerintah, pengusaha, dan segenap tenaga kerja yang harmonis. Permasalahan dengan tenaga kerja yang muncul cukup diselesaikan melalui musyawarah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan