UMK Rembang Diusulkan Naik Jadi Rp1,8 Juta Lebih

Senin, 28 Oktober 2019 | 16:22 WIB

REMBANG, mataairradio.com – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rembang tahun 2020 diusulkan naik menjadi Rp1,8 juta lebih.

Pasalnya, Dewan Pengupahan setempat telah bersepakat mengusulkan besaran UMK Rembang tahun 2020 di angka Rp1.802.266.

Kesepakatan tersebut duputuskan melalui Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Rembang, yang digelar pada Ahad (27/10/2019) kemarin, di salah satu rumah makan di Rembang.

Dewan Pengupahan Kabupaten Rembang sendiri terdiri dari berbagai macam unsur. Yakni dari unsur Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu & Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker), Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan unsur akademisi dari STIE YPPI Rembang.

Ketua Apindo Rembang Arif Budiman menerangkan, metode penentuan besaran UMK sudah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 78 Tahun 2015 yang berisi tentang formulasi penentuan besaran angka dilihat dari jumlah inflasi dan pertumbuhan nasional.

“Kami sepakat menentukan besaran UMK Rembang yaitu Rp1,8 juta atau naik sebesar Rp141 ribu dari tahun sebelumnya (2019) yaitu Rp1,66 juta,” ungkapnya.

Arif mengatakan kesepakatan yang telah pihaknya putuskan, nantinya akan disampaikan kepada Bupati Rembang untuk kemudian diteruskan kepada Gubernur Provinsi Jawa Tengah.

Dirinya menambahkan, di antara Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang masuk dalam kategori UMK dengan besaran yang rendah.

Hal tersebut karena KHL atau kebutuhan hidup layak di kabupaten ini juga terbilang rendah.

Menurutnya, dengan usulan UMK Kabupaten Rembang di angka sebesar Rp1,8 juta, maka masyarakat sudah dapat memenuhi kebutuhannya dengan layak.

“Rembang memang masuk kategori UMK dengan besaran yang rendah. KHL Rembang bahkan lebih rendah dari UMK,” pungkasnya.

Anggota Dewan Pengupahan dari unsur akademisi Syaiko Rosyidi mengungkapkan, UMK 2020 yang diusulkan oleh pihaknya sudah 100 persen dari KHL atau kebutuhan hidup layak di daerah ini.

Dia menjelaskan, angka kebutuhan hidup layak diperoleh dari survei berkala dan mempertimbangkan inflasi.

“Pasti kita pertimbangkan semuanya sebelum menentukan besaran UMK,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu karyawan PT.Malindo Feedmill, Tbk. Muklisin mengaku sepakat dengan usulan Dewan Pengupahan Kabupaten Rembang, terkait besaran UMK 2020.

“Saya setuju. Semoga usulan itu bisa direalisasikan, tidak menjadi wacana saja,” harapnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan