Ujian Nasional Tak Lagi Libatkan Pengawas Independen

Sabtu, 21 Maret 2015 | 17:04 WIB
Sosialisasi Ujian Nasional 2015 di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Sosialisasi Ujian Nasional 2015 di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ujian nasional tahun ini tak lagi melibatkan perguruan tinggi negeri sebagai pengawas di tingkat satuan pendidikan.

Salah satu tujuannya agar siswa mengerjakan ujian nasional secara rileks.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi mengatakan, pengawasan ujian nasional dilakukan dengan melibatkan semua unsur.

“Kalau pengawasan ujian nasional, semua unsur terlibat. Kalau pengawas independen (pengawas tingkat satuan pendidikan) tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, pengawasan ujian nasional dipercayakan kepada guru.

Selain agar lebih rileks, pengawasan ujian nasional oleh guru karena integritas dan nilai kejujuran yang telah tertanam.

“Di luar kepengawasan, monitoring ujian nasional pun tidak perlu sampai masuk ke ruang ujian,” tandasnya.

Noor Effendi juga mengatakan, ada perubahan mendasar dari fungsi ujian nasional tahun ini.

Dia menyebut, fungsi ujian nasional adalah untuk pemetaan, pembinaan, dasar seleksi ke jenjang berikutnya, dan penentuan kelulusan.

“Namun mulai tahun ini, fungsi ujian nasional sebagai penentu kelulusan, dicabut,” bebernya.

Setiap peserta didik akan lulus dengan predikat berbeda.

“Bagi yang lulus dengan predikat kurang memuaskan, akan diberikan kesempatan memperbaiki,” katanya.

Selain perubahan tersebut, nyaris tidak ada pergeseran aturan.

“Misalnya, soal kapasitas setiap ruang ujian yang tetap 20 siswa dan diawasi oleh dua orang pengawas dari silang antar-sekolah,” terangnya.

Sementara itu, pihak kampus berharap kepada guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga orangtua siswa bisa menjaga integritas dan kejujuran dalam penyelenggaraan ujian tahunan itu.

“Ketika tidak ada pengawasan dari unsur PTN berarti kualitas pengawasan dari internal sekolahan harus diperkuat,” kata Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2015 Rohmat Wahab sebagaimana dikutip dari berbagai media.

Sebab sekolah tetap bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan ujian nasional yang jujur, sehingga hasilnya valid.

Rohmat lantas menjelaskan fungsi nilai ujian nasional dalam kelulusan SNMPTN 2015.

“Idealnya nilai UN memiliki bobot 10 persen dalam pertimbangan masuk PTN,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan