Uji Coba Produk Baru, PT SG Bangunkan Rumah Janda

Senin, 28 Januari 2019 | 20:07 WIB

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, bersama dengan Direksi PT. Semen Gresik, saat serah terima hasil Proyek Uji Coba Pembangunan Rumah dengan menggunakan bata interlok atau bata kait, pada Senin (28/1/2019) sore, di rumah milik Sulasmi Warga Desa Sridadi-Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – PT. Semen Gresik melakukan uji coba produk terbarunya yakni bata interlock atau bata Kait, dengan membangunkan satu unit rumah kepada Sulasmi seorang janda Warga Desa Sridadi Kecamatan Rembang, pada Senin (28/1/2019).

Sulasmi merupakan pemilik rumah yang sebelumnya ludes terbakar pada bulan November 2018 lalu, karena arus pendek atau korsleting.

Kuswandi Kepala Biro Humas dan Bina Lingkungan PT. Semen Gresik, menyatakan bata interlock merupakan produk terbaru yang dikeluarkan oleh PT. Semen Gresik.

Menurutnya, bata interlock memiliki sejumlah keunggulan, dibanding dengan bata pada umunya. Yakni mempercepat proses pembuatan rumah, menghemat bahan material pada bangunan, dan diklaim tahan gempa.

“Bata interlock ini seperti masang lego, satu sama lain saling terkait. Dengan tekhnologi ini, harapannya masyarakat mengenal dan mau membeli produk terbaru kami,” ujarnya.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto yang turut hadir dalam serah terima proyek uji coba pembangunan rumah dengan menggunakan bata interlock gagasaan PT. Semen Gresik di Desa Sridadi, pada Senin (28/1/2019) sore, mengapresiaisi inovasi produk tersebut.

Menurut Bayu, PT. Semen Gresik sudah banyak membuktikan perhatian terhadap kondisi sosial di Kabupaten Rembang. Yakni melalui program pemberdayaan masyarakat, penanggulangan rumah tak layak huni, dan program pendidikan.

“Saya tidak memuji PT. Semen Gresik, tapi buktinya sudah ada. Seperti pembangunan rumah milik Mbah Sulasmi (Korban kebakaran, red) yang terbakar beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat program yang sama juga akan dilakukan di Kecamatan Sarang. Yakni pembangunan terhadap empat unit rumah yang sudah tidak layak huni.

Hal itu menindaklanjuti masukan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin yang juga asli Warga Kecamatan Sarang. Saat ini Kecamatan Sarang masih menempati zona merah kemiskinan di Kabupaten Rembang.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan