Uang Palsu Bertebaran Jelang Lebaran di Rembang

Senin, 4 Juni 2018 | 15:42 WIB

Pedagang menunjukkan uang palsu yang didapat saat bertransaksi dengan pembeli di Pasar Rembang, Ahad (3/6/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Uang palsu ditengarai mulai bertebaran di Kabupaten Rembang menjelang Lebaran.

Ahad (3/6/2018) kemarin, seorang pedagang pakaian di Pasar Rembang mengaku mendapatkan uang palsu saat bertransaksi dengan pembeli.

Mohammad Bayanul Lail, nama pedagang itu mengaku mengaku baru menyadari telah mendapat uang palsu pecahan Rp100.000 ketika menghitung hasil penjualan, malam harinya.

“Secara itung-itungan, duit memang pas. Tapi ada satu lembar uang yang dirasanya janggal. Begitu saya cek ternyata uang itu luntur dan tidak ada tanda air saat diterawang, sehingga palsu,” katanya.

Menurut Bayan, tidak hanya dirinya yang terkecoh oleh uang palsu. Temannya sesama pedagang, sebelumnya juga mendapatkan uang palsu, namun pecahan Rp50.000.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa menyatakan, tindak pidana peredaran uang palsu rawan menjelang Lebaran. Begitu juga dengan tindak pidana pencurian dan penipuan.

“Kami berharap kepada masyarakat yang menjadi korban peredaran uang palsu, segera melapor kepada polisi sebagai dasar bertindak,” harapnya.

Meskipun demikian, ia akan menyelidiki sekecil apa pun informasi mengenai peredaran uang palsu.

“Yang paling efektif dan efisien dalam mencegah peredaran uang palsu adalah kewaspadaan masyarakat,” tandasnya.

Bagi pedagang, ia menyarankan adanya kasir atau petugas khusus yang bertugas mengecek ada atau tidak adanya uang palsu.

“Jika tidak menambah petugas, pedagang agar melengkapkan perangkat sinar ultra violet guna mendeteksi keaslian uang,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, uang pecahan yang paling sering dipalsukan adalah 100 ribu dan 50 ribuan. Sasaran uang palsu adalah tempat-tempat perbelanjaan masyarakat.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan