Tumpukan Material di Tengah Trotoar Pamotan Dikeluhkan

Selasa, 6 Maret 2018 | 17:23 WIB

Warga mengeluhkan tumpukan material di tengah trotoar pada ruas jalan Pamotan-Lasem, tepatnya sebelah utara SD Negeri 2 Pamotan, karena merampas hak pejalan kaki. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

PAMOTAN, mataairradio.com – Warga mengeluhkan tumpukan material di tengah trotoar pada ruas jalan Pamotan-Lasem, tepatnya sebelah utara SD Negeri 2 Pamotan, karena merampas hak pejalan kaki.

Material berupa batu, pasir, genting, kericak, dan bata putih ini hingga Selasa (6/3/2018), ditempatkan hingga memakan trotoar sepanjang 40 meter, sehingga pejalan kaki harus turun ke jalan raya, bila melintas.

Fuadi warga Dukuh Gelanggang Desa Pamotan menilai, tumpukan material bangunan itu membahayakan pejalan kaki. Terlebih, tumpukan material ini sudah lama atau sejak 1,5 bulan yang lalu.

Ia yang hampir tiap hari mengantar-jemput adiknya di SD setempat khawatir, tumpukan material memicu kecelakaan, terutama karena persis di ruas ini pernah terjadi kecelakaan yang korbannya meninggal dunia.

Fuadi menuturkan, material bangunan yang menumpuk ini merupakan milik warga desa setempat yang sedang membangun teras rumah. Teras rumah yang dibangun ini juga memakan bagian trotoar.

“Kami berharap kepada pihak yang terkait agar menertibkan tumpukan material ini, mengingat fungsi trotoar yang merupakan fasilitas umum bagi para pejalan kaki,” katanya kepada mataairradio.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Penegakan Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Heru Susilo menyatakan akan menegur pemilik material agar memindahnya.

“Bila perlu, kami akan memanggil pemilik material ke kantor,” tegasnya.

Pihak Satpol PP menyatakan tidak akan segan untuk melakukan upaya secara paksa berupaya penertiban sepihak apabila teguran dan pemanggilan tidak digubris oleh yang bersangkutan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan