Tujuh Tahun Dua BUMD Tidak Setor Dividen

Selasa, 20 Maret 2018 | 18:38 WIB

PDAM Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Rembang tercatat sudah setidaknya tujuh tahun terakhir tidak menyetor dividen atau bagi hasil laba kepada pemerintah kabupaten setempat.

Dua BUMD ini adalah PDAM dan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Satu lagi BUMD yang sudah empat tahun terakhir tidak setor dividen yaitu apotek daerah. Terakhir, apotek setor dividen tahun 2013 sebesar Rp43,5 juta.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Rembang Edy Handoyo membenarkan catatan tersebut. Ia menyatakan sedang mengkaji perbandingan tingkat dividen dengan penyertaan modal yang dikucurkan kepada badan usaha milik daerah.

Menurut catatan bagian perekonomian, PDAM selalu dikucuri penyertaan modal, setidaknya sejak 2012 hingga 2017, kecuali di tahun 2015. Total penyertaan modal di lima tahun itu Rp11 miliar. Kebanyakan untuk bayar hutang.

Edy juga menanggapi adanya penyertaan modal sebesar Rp11,2 miliar untuk PD BPR BKK Lasem, Rp710 juta untuk PD BKK Kaliori, Rp5,1 miliar untuk PD Bank Pasar, dan Rp19,03 miliar untuk BPD Jateng, dalam lima tahun terakhir.

“Penyertaan modal di perbankan yang rajin menyetor dividen ini, demi mengkaver peningkatan aktivitas.

Di antaranya karena kendala pemasaran akibat dari melemahnya dunia perikanan lantaran larangan cantrang,” ujarnya saat dikonfirmasi mataairradio.com, Selasa (20/3/2018) pagi.

Direktur Utama PT RBSJ Arief Budiman mengatakan, perusahaannya masih nol laba, sehingga belum bisa menyetor dividen. Tahun 2017 masih dipakainya sebagai masa penyehatan BUMD yang pernah dikucuri modal Rp35 miliar ini.

Sementara itu, terhadap PDAM, pihak Pemkab Rembang pernah menyatakan tidak harus setor dividen, meskipun BUMD ini memiliki keuntungan. Laba perusahaan bisa dipakai investasi dalam rangka memperluas cakupan layanan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan