Tujuh Orang Menolak Jadi Pegawai Tetap RSUD

Saturday, 30 May 2015 | 16:51 WIB
Pegawai tetap baru non-PNS di RSUD dr R Soetrasno ketika menerima SK pengangkatan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, Sabtu (30/5/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Pegawai tetap baru non-PNS di RSUD dr R Soetrasno ketika menerima SK pengangkatan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, Sabtu (30/5/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Tujuh orang peserta yang lolos seleksi pegawai tetap non-PNS di RSUD dr R Soetrasno Rembang, menolak jadi pegawai di rumah sakit tersebut.

Hal itu terungkap pada saat penyerahan surat keputusan (SK) pegawai tetap non-PNS RSUD dr R Soetrasno di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Sabtu (30/5/2015) pagi.

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha RSUD dr R Soetransno Yulianto Eko mengatakan, tujuh calon pegawai itu mundur dengan beragam alasan, salah satunya sudah lebih dulu diterima bekerja di tempat lain.

“Tujuh calon pegawai itu masing-masing satu orang dari formasi psikolog, bidan, rekam medik, apoteker, dan asisten apoteker, serta dua orang perawat,” bebernya.

Mereka yang mundur itu lalu diganti dengan peserta yang sebelumnya masuk sebagai cadangan. Namun khusus untuk posisi asisten apoteker, masih belum terisi, karena tidak ada cadangannya.

“Dengan demikian, dari 150 pegawai yang mestinya diterima, hanya 149 yang diberi SK pada hari ini (30/5/2015),” katanya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menghormati keputusan mereka yang mundur, meski sebelumnya sudah dinyatakan diterima masuk sebagai pegawai tetap non-PNS di RSUD dr R Soetrasno.

“Soal pengisian formasi asisten apoteker yang menjadi lowong, belum akan diputuskan dalam waktu dekat,” katanya.

Bupati kembali menegaskan, mereka yang diterima masuk sebagai pegawai tetap itu, melalui proses seleksi yang murni dan transparan. Ia bahkan mengaku jika anak angkatnya tidak turut lolos dalam seleksi tersebut.

“Tidak hanya anak (angkat) saya, tetapi anak pejabat lain juga banyak yang tidak diterima,” ujarnya.

Menurutnya seleksi dilakukan secara murni, tanpa ada titipan, faktor kedekatan, apalagi permainan uang.

Harapannya, agar pegawai yang diterima benar-benar berkualitas dan siap mendongkrak kinerja rumah sakit daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan alasan ditahannya penyerahan SK pegawai tetap non-PNS RSUD dr R Soetrasno Rembang hingga dua bulan.

Menurutnya, ada empat orang yang ditengarai terindikasi tertipu oleh pihak-pihak yang memanfaatkan seleksi penerimaan pegawai tetap itu.

Saat ini, kinerja keempat orang tersebut sedang dipantau. Bupati berpesan agar pegawai yang diterima bekerja secara baik.

Tidak hanya berorientasi pada uang, tetapi juga diharapkannya memberi nilai kepada pekerjaan mereka sebagai pelayan masyarakat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan