Tugboat Daratkan Awak Meninggal di Pelabuhan Rembang

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:36 WIB

Sebuah kapal tunda atau tugboat mendaratkan seorang awak dalam kondisi meninggal dunia di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke, Selasa (15/5/2018) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Sebuah kapal tunda atau tugboat mendaratkan seorang awak dalam kondisi meninggal dunia di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke, Selasa (15/5/2018) malam.

Awak yang didaratkan itu adalah Hariduansyah (29) warga Desa Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.

Ia masinis III pada kapal milik PT Daya Bahtera Sumatera.

Berdasarkan pantauan mataairradio, jenazah Hariduansah langsung dievakuasi dari tugboat oleh petugas dari UPP Pelabuhan Kelas III Rembang, Polsek Sluke, dan dibantu kapten kapal.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Rembang Inspektur Satu Sukamto mengungkapkan, sebelumnya, tugboat berangkat dari Surabaya hendak menuju Pelabuhan Merak.

“Ketika itu, korban baru turun dari piket malam. Namun kondisinya tampak kurang sehat. Ia mengeluh sakit perut sehingga meminta kerik kepada sesama awak,” katanya.

Kemudian korban yang punya riwayat penyakit jantung ini tertidur, namun tidak kunjung bangun. Begitu ditengok untuk dibangunkan, ternyata Hariduansyah sudah tidak bernyawa.

“Saat itu, kapal sedang berada di perairan antara Lomongan-Tuban,” terangnya.

Menurut Kasatpolair, kapten kapal sempat akan mendaratkan korban di Pelabuhan Tuban.

Hanya saja, manajemen dari pemilik kapal menyarankankan agar berlabuh di Pelabuhan Sluke.

Di RSUD dr R Soetrasno Rembang, korban sempat divisum luar oleh dokter. Hasilnya, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan.

“Korban dinyatakan meninggal dunia karena sakit,” tegasnya.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban baru dua bulan terakhir ini bekerja di kapal tersebut.

Jenazah korban akan dipulangkan kepada keluarganya lewat jalur udara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan