Truk Pengangkut Karyawan Holimina Terguling, 22 Orang Luka-luka

Sabtu, 4 April 2015 | 16:45 WIB
Korban truk pengangkut karyawan Holimina Jaya yang terguling, menjalani perawatan di Puskesmas Sluke, Sabtu (4 4 2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Korban truk pengangkut karyawan Holimina Jaya yang terguling, menjalani perawatan di Puskesmas Sluke, Sabtu (4/4/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Truk pengangkut karyawan PT Holimina Jaya terguling di Jalur Pantura wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, Sabtu (4/4/2015) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya 22 orang yang merupakan penumpak truk mengalami luka-luka. Semuanya warga Desa Bendo.

Menurut keterangan Sholikhatun, salah satu korban, truk K 1358 ND melaju dari arah Bendo menuju pabrik PT Holimina Jaya atau dari arah barat menuju timur. Sesampainya di lokasi, tiba-tiba ada sepeda motor yang keluar dari mulut gang, sebelah utara jalan.

Diduga kaget dan untuk mengindari tabrakan, sopir truk Ipung Andrianto yang juga warga Bendo, segera mengerem dan banting setir ke kanan. Karena hilang keseimbangan, truk terguling ke kanan. 22 penumpang pun tumpah saling tindih.

“Betul saya kerja di Holi (PT Holimina Jaya). Kejadian sekitar jam setengah tujuh tadi. Awalnya ada bus dan truk saling kejar. Truk yang kami tumpangi ada di belakangnya. Ketika truk ini mau menyalip, ada motor dari gang. Mungkin kaget, terus ngerem, banting kanan, dan terguling,” tutur Sholikhatun.

Dari 22 penumpang yang semuanya perempuan, empat di antaranya dilarikan ke rumah sakit daerah karena menderita luka yang lumayan serius. Mereka adalah Sasmi, Sunti, Darsimi, dan Wasri. Menurut Kepala Puskesmas Sluke Darmono, mereka rata-rata menderita luka patah tulang.

Ada juga empat orang yang masih dirawat intensif di Puskesmas Sluke. Mereka adalah Rukini, Daryah, Iswati, dan Rofiah. Keempatnya harus diobservasi selama 24 jam karena mengeluh pusing di kepala, selain luka lecet.

Menurutnya, jika pusing memberat, disertai muntah, dan ada gejala lain yang menjurus gegar otak, mereka akan turut dirujuk ke rumah sakit. Adapun 14 orang penumpang lainnya diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan karena hanya mengalami luka lecet ringan.

“Tadi jumlah pasien yang masuk 22 orang. Yang empat kami rujuk ke Rembang karena nggak bisa kami tangani. Ini empat yang kami rawat disini. Yang 14 orang sudah bisa pulang, hanya rawat jalan,” katanya.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengaku sedang menangani kasus kecelakaan yang menimpa puluhan karyawan PT Holimina Jaya tersebut. Polisi sedang memeriksa sopir truk dan mengamankannya sementara.

Suyadi, ayah salah seorang korban menyebutkan, para perempuan karyawan pabrik pengolahan daging ikan atau surimi itu memang selalu berangkat naik truk dari Bendo. Sebelum insiden pagi itu, belum pernah ada kejadian yang sama sebelumnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan