Tren Pencurian Kayu di Hutan Negara Menurun

Senin, 4 Juni 2018 | 15:33 WIB

Barang bukti kayu curian dari hutan negara yang diamankan di Mapolres Rembang pada 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tren pencurian kayu di hutan negara yang dikelola Perhutani KPH Mantingan menurun.

Menurut Wakil Administratur KPH Mantingan Rofi Tri Kuncoro, penurunan tren pencurian kayu hutan ini antara lain karena sudah tertangkapnya sebagian pelaku.

Sebagian pelaku lainnya sedang diburu petugas. Terakhir atau pada Mei kemarin, pihaknya menangkap tiga orang pelaku pencurian kayu, meski pemain kecil.

“Mei kemarin kita tangkap pelaku pencurian kayu hutan, dari Kalinanas Blora, Pasedan Bulu, dan Desa Ronggo Jaken,” bebernya.

Mereka beraksi dengan menggunakan sepeda motor dan berkomplot dua hingga tiga orang.

Pelaku ini mengincar kayu jati berukuran relatif kecil, diameter 23 centimeter. Daerah incarannya masih BKPH Kalinanas dan Ngiri.

Kepada mataairradio, Senin (4/6/2018), Rofi menyebutkan, satu bulan terakhir sudah 460 pohon yang dicuri dari BKPH Kalinanas. Nilai kerugiannya sekitar Rp170 juta.

Sementara di BKPH Ngiri, sebanyak 74 pohon atau kerugian Rp15 juta, dan di BKPH Sudo sudah 84 pohon; kerugian Rp46 juta.

“Selain menggiatkan patroli, tidak ada langkah khusus untuk mengamankan hutan dari pencurian kayu,” tandasnya.

Ia hanya mengandalkan informan di lapangan untuk mengabarkan secara cepat potensi atau kejadian pencurian.

“Kami berharap kepada masyarakat agar lebih menjaga hutan. Sebab, hutan tidak hanya dimanfaatkan kayunya, tetapi juga fungsinya sebagai tempat mata air dan pencegah banjir,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kurun Januari hingga Mei 2018, Perhutani Mantingan sudah kecolongan 860 pohon dengan total kerugian Rp480 juta.

2017 lalu, selama kurun setahun, lebih dari 1.474 pohon dicuri, dengan kerugian hampir tiga miliar rupiah.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan