Transparansi Anggaran Besar KPU Rembang Dipertanyakan

Saturday, 21 November 2015 | 16:12 WIB
Ilustrasi. (Foto: antaranews.com)

Ilustrasi. (Foto: antaranews.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Transparansi penggunaan anggaran Rp17,2 miliar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang dipertanyakan oleh publik menyusul kinerja sosialisasi seputar Pilkada 2015 yang dianggap kurang.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo menyebut penyelenggara pilkada memakai uang rakyat.

“Wajar jika masyarakat menghendaki transparansi anggaran, karena muncul isu tak sedap soal kinerja keuangan KPU,” ungkapnya.

Apalagi ketika pilkada menghasilkan pemimpin yang tidak benar, maka rakyat akan kecewa, karena sosialisasinya memakai duit Negara.

“Kami meminta kepada KPU agar melaporkan penggunaan anggarannya kepada publik dan jika ada kelebihan agar dikembalikan ke kas daerah,” pintanya.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengklaim mengkajikan anggarannya ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, sebelum digunakan.

“Kami mendatangkan BPKP untuk melihat beberapa aspek yang rawan dengan temuan,” katanya.

Mengenai laporan penggunaan anggaran Rp17,2 miliar, Suud mengatakan baru akan disusun pada Januari sampai 14 April 2016.

Dengan begitu, ia baru bisa menyampaikan laporan penggunaan dana kepada publik, setelah bulan April tahun depan.

“Soal penyampaian laporan penggunaan anggaran kepada masyarakat, kami akan mengunggahnya di laman resmi KPU,” katanya.

Suud mengaku memahami pertanggungjawaban itu karena dana yang dipakai berasal dari rakyat.

Berbeda dengan KPU yang masih harus menunggu waktu setelah April 2016 untuk bicara transparansi anggaran, Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto justru mempersilakan anggota masyarakat yang ingin mengecek rencana anggaran dan biaya panwas per kegiatan.

“Masyarakat, bisa mengecek melalui panitia pengawas kecamatan (Panwascam) untuk bisa melihat RAB Panwas Pilkada,” katanya.

Ia memasang standar tinggi soal akuntabilitas. Jika salah satu penyakit pengelola anggaran adalah mengutil, maka Totok menyilakan ada cek sewaktu-waktu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan