Muncul Nama Choirul Umam di Tragedi TKI Tewas Pundong

Jumat, 17 Oktober 2014 | 15:23 WIB
Ilustrasi (Foto:stluciatimes.com)

Ilustrasi (Foto:stluciatimes.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nama Choirul Umam tiba-tiba muncul di tengah masa menunggu pemulangan jenazah Muhtarom, TKI asal Pundong Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan yang dikabarkan tewas akibat tenggelam di Perairan Malaysia pada Selasa (14/10/2014) pagi kemarin.

Choirul Umam, perjaka berumur 20 tahun asal dusun setempat, dikabarkan juga berada dalam satu kapal dengan Muhtarom ketika kapal yang ditumpangi mengalami nahas di Perairan Malaysia.

Labib, kerabat Muhtarom di Dusun Pundong mengaku menerima kabar yang menyebut Choirul Umam berada dalam satu kapal dengan korban. Hanya saja belum diketahui, apakah Umam selamat atau tidak.

“Keluarga Umam kini juga sedang diselimuti kecemasan. Sebab dia (Umam) dikabarkan oleh temannya yang masih bekerja di Malaysia, berada dalam satu kapal dengan Muhtarom. Nggak tahu bagaimana kabarnya,” kata Labib yang dihubungi mataairradio.com, Jumat (17/10/2014) siang.

Mayat Muhtarom bersama dua mayat lain; seorang laki-laki dan satu perempuan, ditemukan polisi Diraja Malaysia. Identitas Muhtarom terungkap setelah polisi menemukan ponsel yang bersangkutan. Dari nomor ponsel ini, pihak rumah sakit menghubungi nomor istrinya di Pundong Desa Sidomulyo.

“Saat ini baik keluarga Muhtarom maupun Choirul Umam sedang sama-sama menunggu. Keluarga Muhtarom, menunggu pemulangan jenazah. Sementara keluarga Choirul Umam, menunggu kabar pasti mengenai nasib anaknya. Umam ini kerja ke Malaysia, setelah lulus SMA,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengurus kepulangan jenazah Muhtarom dan mengetahui nasib pasti Choirul Umam sekarang, pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang, telah bergerak.

“Saya tugaskan Kabid (Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi) dan Kasi (Kepala Seksi Tenaga Kerja) saya ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan ke BP3TKI Jawa Tengah, untuk koordinasi dan minta tolong prosedur pemulangan TKI yang meninggal,” kata Kepala Dinsosnakertrans Rembang Waluyo.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sunarto membenarkan bahwa dirinya sedang berada di BP3TKI Jawa Tengah. Selain mengurus prosedur pemulangan jenazah Muhtarom, pihaknya juga akan memastikan nasib Choirul Umam saat ini.

“Yang Choirul Umam belum jelas (selamat atau tidak). Dari ketiga mayat yang ditemukan, baru satu yang jelas yakni Muhtarom. Dua yang lain masih harus diteliti lebih dulu,” katanya.

Dia menegaskan, dalam basis data TKI asal Rembang di Malaysia, nama Muhtarom dan Choirul Umam tidak tercantum. Diduga keduanya berangkat secara ilegal ke Malaysia.

“Kalau jumlah tenaga kerja Indonesia asal Rembang di Malaysia, dari tujuh kecamatan masuk (terdata, red.) 500 orang, di papan data kantor ada kok Mas,” pungkas Sunarto.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan