Tragedi Paris Tak Pengaruhi Ekspor Akar Kayu

Rabu, 18 November 2015 | 17:25 WIB
Kerajinan akar kayu di Rembang. (Foto: pipprembang.com)

Kerajinan akar kayu di Rembang. (Foto: pipprembang.com)

 

BULU, mataairradio.com – Tragedi bom dan penyerangan di Paris-Perancis dengan lebih dari 100 korban tewas, tidak mengurangi gairah ekspor kerajinan akar kayu dari Rembang ke negara itu.

Sunarto, perajin furnitur dari bahan akar kayu di Desa Bulu Kecamatan Bulu, Rabu (18/11/2015) pagi menyebutkan, order produk kerajinan tidak terganggu.

“Saya bahkan baru saja menerima uang muka pengiriman barang ke Perancis,” katanya.

Menurutnya, memang tidak dirinya yang langsung mengekspor tetapi lewat buyer. Namun order berjalan seperti biasa.

“Ini ada satu kontainer lebih, kerajinan seperti meja akar kayu yang siap kirim ke Perancis. Lewat Jepara,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Sugiyanto mengatakan, tragedi bom di Paris tetap memberikan pengaruh terhadap ekspor ke negara itu.

“Meski relatif kecil, ada pengaruhnya, terutama yang baru menjajaki ekspor seperti batik tulis lasem,” terangnya.

Menurutnya, para perajin batik tulis lasem menjadi tak bisa leluasa titip menjajakan produk kerajinannya ke Perancis karena bekas tragedi itu masih dirasakan di Paris, sebagai pusat fesyen.

“Kami berharap, negara itu segera kondusif (pasca-insiden berdarah 13 November lalu),” katanya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo kepada awak media di Jakarta menyatakan, tragedi Paris itu akan membuat pemerintah setempat melakukan pengetatan pemeriksaan terhadap barang dan penumpang.

“Mungkin ada penundaan sedikit, tapi hanya sementara,” katanya.

Ia mengira insiden tersebut tidak akan mengganggu perdagangan Indonesia dengan Perancis karena ekspor ke negara itu, kurang dari satu persen terhadap total ekspor Indonesia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan