TPI Rusak Diterjang Lisus, Nelayan Paksa Lelang Ikan

Sabtu, 4 April 2015 | 16:51 WIB
Bangunan atap TPI Sarang yang rusak diterjang angin kencang pada Jumat (3/4/2015) siang kemarin. (Foto: Pujianto)

Bangunan atap TPI Sarang yang rusak diterjang angin kencang pada Jumat (3/4/2015) siang kemarin. (Foto: Pujianto)

 
SARANG, mataairradio.com – Nelayan mini purseseine di wilayah Kecamatan Sarang, Sabtu (4/4/2015) pagi memaksakan melelang ikan di TPI setempat. Padahal atap tempat pelelangan itu baru saja rusak diterjang angin kencang.

Mereka memanfaatkan ruang di bawah bangunan yang atapnya masih utuh. Jika harus menunda lelang, nelayan khawatir kualitas ikan hasil tangkapannya bakal memburuk. Sekretaris KUD Misoyo Mardi Mino Sarang Nur Izaz pun mengaku tak bisa melarang nelayan melelang ikan.

Dia mengakui, aksi nekat para nelayan ini berisiko. Atap bangunan bisa saja menyusul runtuh, jika angin kembali menerjang. Pihaknya masih mengitung nilai kerugian akibat bangunan atap TPI yang rusak. Perkiraannya mencapai lebih dari Rp50 juta.

“Ada lelang. Nelayan yang sudah sandar memaksa (lelang). Kita pahami karena kalau ditunda ikannya jadi jelek. Menempati ruang sisi utara dari TPI yang asbesnya kabur. Ya berisiko. Nggak aman kalau seperti ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, angin kencang membawa kabur atap asbes bangunan TPI baru Sarang. Asbes 15 meter yang kabur itu menimpa bangunan TPI lama yang berada persis di sebelah selatannya. Asbes lepas berikut penyangganya.

Menurut Izaz, angin kencang menderu bersamaan dengan datangnya hujan. Peristiwa berlangsung singkat, sekitar pukul 13.00 WIB atau selepas Jumatan. Saat kejadian, tidak ada aktivitas lelang di TPI.

Meski tak ada lelang, tetapi beberapa bakul ikan, pemanggang ikan, dua unit mobil, dan pengelola basket masih beraktivitas di sekitar lokasi. Beruntung, mereka selamat dari puing-puing asbes yang terbawa angin.

“Kemarin itu kejadiannya sekitar pukul 13.00. Hujan deras disertai angin kencang. Tiba-tiba asbes dan penyangganya dibawa kabur angin. Waktu itu nggak ada aktivitas lelang. Hanya ada pedagang kecil, warga yang sedang memanggang ikan, dua mobil, dan pengelola basket. Semua selamat,” tuturnya.

Tokoh nelayan Sarang Nurwakhid meminta kepada Pemkab Rembang atau pengelola TPI agar segera melakukan perbaikan. Bagaimanapun nelayan bisa terganggu jika terus melelang ikan di bawah bangunan yang rawan menyusul runtuh.

Menurutnya, TPI Sarang nyaris tak pernah sepi. Secara pendapatan dari omzet pelelangan ikan, juga cukup tinggi. Pemasukan dari retribusi TPI di Sarang, mengucur deras ke kas daerah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan