TPI “Cantrang” Tasikagung Catat Rekor Raman Terburuk

Wednesday, 1 February 2017 | 16:00 WIB

Kondisi pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung Kabupaten Rembang mencatatkan rekor omzet pelelangan atau raman terburuk pada bulan Januari 2017.

Kepala TPI Tasikagung 2 yang melayani pelelangan ikan dari kapal nelayan cantrang Tukimin mengaku hanya membukukan raman Rp128,8 juta dalam waktu satu bulan kemarin.

Padahal biasanya, pada bulan Januari tahun-tahun sebelumnya, nilai raman hingga puluhan miliar rupiah. Jika dibandingkan dengan Desember 2016 saja, signifikan.

“Desember 2016, raman masih Rp7,4 miliar. Meskipun itu pun rendah, tapi di Januari 2017 hanya Rp128,86 juta,” kata Tukimin kepada reporter mataairradio.com, Rabu (1/2/2017) siang.

Ia membenarkan, kebijakan Pemerintah yang melarang penggunaan cantrang, menjadi penyebab utama merosotnya omzet pelelangan ikan di TPI yang kini dikelolanya itu.

“Omzet pelelangan yang masih ada itu berasal juga dari nelayan cantrang yang sarang-tayu alias yang tiga atau empat hari labuh. Tapi itu cuma satu sampai dua kapal,” katanya.

Ia menyebutkan, karena hari-hari di Januari TPI kerap libur lelang, waktu “menganggur” dimanfaatkannya untuk pindahan tempat lelang kapal cantrang dari sisi selatan ke utara.

“Kita tempati TPI yang ini (sisi utara) baru 22 Januari kemarin. Sebelum tanggal itu yang sarang-tayu kita arahkan untuk melelang ikannya di TPI Tanjungsari,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Tukimin mengakui, saat sekarang tingkat harga hampir semua jenis ikan melejit, baik ikan-ikan yang dihasilkan dari kapal cantrang ataupun purseseine.

“Ikan cantrangan seperti suwangi, kerapu, dan kurisi melejit. Ikan-ikan itu masuk kebutuhan pabrik. Begitu pula yang ikan pelagis seperti selar hijau dan layang, naik juga,” ujarnya.

Namun seiring puluhan nelayan cantrang berasal dari Kabupaten Rembang yang kini sudah mulai melaut, ia berharap tingkat harga ikan akan normal kembali. Begitu pun raman TPI.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan