Tipu Gadis Via WeChat, Wakhid Ditangkap

Senin, 19 Mei 2014 | 17:14 WIB

penipuan-gadis-wechat

SEDAN, MataAirRadio.net – Seorang pemuda Desa Candimulyo Kecamatan Sedan diamankan polisi karena melakukan tindak pidana penipuan. Tersangka yang bernama Abdul Wakhid, mulai menjalankan aksinya melalui perkenalan di jejaring sosial “WeChat”.

Wakhid berkenalan dengan Rosida, warga Kecamatan Pamotan. Saat itu Wakhid mengaku bernama Angga. Kedua insan ini lantas menjalin hubungan pacar. 4 Mei lalu, keduanya bertemu di Hotel Dua Putri, di bilangan SPBU Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

Setelah mengobrol cukup lama, Angga meminjam uang dan laptop kepada korban. Namun tidak kunjung dikembalikan. Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso juga mengungkapkan, Angga sempat membicarakan urusan pernikahan dengan Ibunda Rosida.

Sempat pula muncul angka Rp40 juta untuk biaya resepsi. Rp20 juta akan ditanggung keluarga Rosida, sedangkan Rp10 juta ditanggung oleh Angga. Namun saat Angga menyerahkan uang dalam kardus, ternyata isinya hanya Rp200 ribu. Ibunda Rosida pun mempolisikan Angga.

Hingga Senin (19/5) siang, Abdul Wakhid masih mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang. Dia ditangkap pada Sabtu 17 Mei kemarin. Dia masih dicecar pertanyaan berkaitan korban lain. Sebab dari informasi yang diterima polisi, korban dari Angga tidak hanya satu.

Joko mengungkapkan, salah satu karyawati rumah sakit plat merah di Rembang, dikabarkan juga menjadi korban Wakhid. Modus operandi yang digunakan pun nyaris sama. Awalnya berkenalan melalui jejaring sosial “WeChat”.

Namun nilai kerugian akibat penipuan Wakhid terhadap sang karyawati ini, disebut lebih besar. Informasi sementara, mencapai Rp10 juta. Bukti dan pelapor lain akan digunakan polisi, untuk menguatkan jerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, kepada pelaku.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Innova dari tangan Wakhid. Yang bersangkutan mengakui mobil ini milik kawannya di Surabaya. Namun Wakhid telah memalsukan plat nomor mobil tersebut.

Kasatreskrim berharap kepada warga agar lebih waspada terhadap modus-modus penipuan. Utamanya agar tidak mudah percaya terhadap orang yang belum lama dikenal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. silla

    Mei 20, 2014 at 7:43 am

    Kepada Bpk joko santoso…»Apakah anda sudah menerima pelaporan tertulis & konfirmasi kepada korban?kok berani menyebutkan sebuah instansi
    Bukankah smua belum jelas??
    Mata air radia….»Harusnya lbh cermat dalam mencari berita jgn asal tulis aja sebelum dapat komfirmasi dari korban..kenapa pelapor utama tidak diperjelas instansinya juga?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan