Tingkatkan Kualitas Bahasa, Balai Bahasa Jateng Gelar Penyuluhan

Jumat, 4 Oktober 2019 | 09:57 WIB

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Badan Publik dan Media Luar Ruang pada Kamis (3/10/2019) pagi di aula hotel Fave Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Dalam rangka memperbaiki penggunaan tata bahasa yang sesuai aturan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Badan Publik dan Media Luar Ruang pada Kamis (3/10/2019) pagi di aula hotel Fave Rembang.

Acara tersebut diikuti oleh puluhan peserta mulai dari instansi, media, dan beberapa pelaku usaha yang ada di Rembang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Subakti dalam sambutannya menyatakan pentingnya bahasa Indonesia yang baik dan benar diterapkan di ruang publik sehingga masyarakat terbiasa menggunakan bahasa yang menjadi jatidiri bangsa Indonesia. Dirinya memberi contoh bahasa yang tidak baku bahkan lebih populer daripada bahasa baku.

“Misalnya, kalau bapak ibu mendengar kata “otw” pasti paham kan bahwa itu artinya dalam perjalanan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan saat ini dari aspek penggunaan bahasa agak tergerus karena ada istilah-istilah yang tidak baku, tidak sesuai kaidah penggunaan bahasa yang baik dan benar tetap disampaikan di ruang publik. Dalam hal ini peran media sangat vital sekali untuk membumikan jati diri bangsa agar tetap eksis dan dihormati.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tirto Suwondo mengungkapkan,
saat ini bahasa tidak pernah dianggap menjadi sesuatu yang sangat pokok, bahkan menjadi yang sangat penting.

Padahal bahasa juga diatur dalam berbagai pedoman dan acuan yang disusun oleh Pemerintah.

Namun dalam keseharian penggunaan bahasa di dalam pemerintahan masih ada yang kurang tepat dengan kaidah penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Beberapa contoh penggunaan bahasa asing dalam sebuah kegiatan formal misalnya adalah workshop, padahal di Bahasa Indonesia ada istilah lokakarya. Atau peluncuran yang lebih sering diganti dengan kata launching.

“Kalau bahasa Indonesia ini sudah digantikan dengan bahasa asing, karena kecenderungan terlebih anak-anak muda. Itu apakah identitas kita masih ada? Kalau bahasa Indonesia sudah digantikan bahasa Inggris misalnya, apakah masih bisa diketahui kita masih warga Indonesia?. Inilah sebagai renungan tersendiri sehingga dalam menghormati simbol negara salah satunya bahasa Indonesia, di samping ada bendera, lambang negara, serta lagu kebangsaan, juga bahasa menjadi salah satu simbol negara yang harus dihormati,” terang Tirto Suwondo

Dengan penyuluhan bahasa, Ia berharap kecintaan masyarakat Nusantara terhadap Bahasa Indonesia tidak memudar. Salah satunya, dengan mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia dibandingkan bahasa asing. Sehingga dapat mendukung Pemerintah untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan