Tingkat Minat Baca Rendah Diakui Pengelola Perpusda

Senin, 29 Januari 2018 | 17:10 WIB

Kepala Seksi Layanan, Pembinaan, dan Pengembangan Perpustakaan pada Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang Yazid Aris Khoiron. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sorotan mengenai rendahnya tingkat minat baca di Kabupaten Rembang diakui oleh pihak pengelola perpustakaan daerah setempat.

Di Perpusda, hingga Senin (29/1/2018), jumlah kunjungan per hari, tercatat rata-rata hanya 60 orang.

Itu pun, kebanyakan pengunjung adalah pelajar yang sedang mengerjakan tugas sekolah seperti membuat ringkasan buku.

Upaya menggaet pengunjung sudah dilakukan antara lain dengan memasang layanan internet atau wifi gratis.

Menurut Kepala Seksi Layanan, Pembinaan, dan Pengembangan Perpustakaan pada Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang Yazid Aris Khoiron, standar pengunjung Perpusda 150 orang per hari.

Ia menduga, rendahnya tingkat kunjungan ke Perpusda, karena jumlah koleksi buku yang masih kurang karena hanya 28.000 judul.

“Perpusda idealnya memiliki 50.000 judul buku, sehingga masih jauh dari harapan,” katanya kepada mataairradio.

Selain menyediakan layanan tambahan seperti internet gratis di Perpusda, Yazid mengaku sudah menempuh langkah inovatif lain untuk mendongkrak minat baca.

“Langkah lain melalui perpustakaan keliling tiap bulan dan pesta buku tiap tahun,” katanya.

Pesta buku tahun ini diagendakan digelar pada Maret nanti.

Pihaknya juga menjadikan Perpusda sebagai ajang kegiatan untuk komunitas seperti keterampilan merajut, fotografi, kelas kecantikan, dan komputer.

Khusus mengenai rencana penambahan koleksi buku, Yazid menyatakan akan mengadakan sekitar 3.000 judul baru pada tahun ini. Nilainya Rp120 juta.

“Alokasi ini lebih rendah dari 2017 yang Rp200 juta atau setara dengan 6.000 judul,” paparnya.

Danik Pratiwi, salah seorang mahasiswa yang ditemui di Perpusda mengaku baru pertama kali berkunjung di perpustakaan daerah.

Ia merasa terbantu dengan Perpusda karena kampus tempatnya kuliah belum tersedia perpustakaan.

Danik yang merupakan mahasiswa dari Akademi Komunitas Semen Indonesia berharap, Perpusda menambah buku-buku “best seller”, termasuk novel untuk menyedot gairah kaum muda di Rembang.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan