Tingkat Laka Mudik di Rembang Diklaim Turun

Tuesday, 21 July 2015 | 18:21 WIB
Jalur Pantura Kota Rembang. (Foto: Abu Naim)

Jalur Pantura Kota Rembang. (Foto: Abu Naim)

 
REMBANG, mataairradio.com – Tingkat kasus kecelakaan di Jalur Pantura Rembang sepanjang arus mudik dan balik Lebaran tahun ini diklaim mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sejak Operasi Ketupat 2015 yang dimulai tanggal 10 Juli lalu, tercatat 15 kasus kecelakaan.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Ipda Muhammad Syafi’i Karim menyebutkan, hingga Selasa (21/7/2015) ini, dari 15 kasus kecelakaan itu, tercatat 24 orang menderita luka-luka dan seorang meninggal dunia.

“Kami berharap, kecelakaan yang 15 kasus itu tidak tambah lagi, setidaknya hingga arus balik tuntas,” ujarnya kepada mataairradio.

Menurut Kanitlaka, penurunan tingkat kecelakaan sepanjang arus mudik dan balik Lebaran sementara ini, dipengaruhi antara lain oleh kesiagaan personel polisi yang ditempatkan secara pagar betis di sepanjang Jalur Pantura.

“Selain itu juga ketersediaan pos pengamanan dan pelayanan mudik yang siaga 24 jam,” ujarnya.

Ditambah lagi dengan kondisi rambu dan markah jalan yang tampak jelas oleh pemudik, sehingga membantu mereka untuk berkendara secara aman.

“Personel polisi masih akan terus disiagakan setidaknya hingga Sabtu atau Minggu 26 Juli mendatang. Karena ada momen Syawalan yang berpotensi bikin macet Pantura,” tegasnya.

Namun klaim dari kepolisian itu berbeda jika dibandingkan dengan rekam data kecelakaan yang dikeluarkan Satlantas Polres Rembang, saat arus mudik dan balik Lebaran di tahun 2014.

Saat itu tercatat 13 kasus kecelakaan lalu lintas di Jalur Pantura Rembang. Korbannya, 17 luka-luka dan dua meninggal dunia. Artinya, jika diperbandingkan dengan momen yang sama tahun ini, justru terjadi kenaikan.

Terlepas dari perbedaan data tersebut, kasus kecelakaan di jalur tengah, Rembang-Blora, nyaris tidak terjadi alias nihil. Padahal jalur tersebut dicemaskan banyak kalangan karena rawan kecelakaan, mengingat kondisi jalan yang berkelok-kelok dan bergelombang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan