Tingkat Konsumsi Ikan di Rembang masih Rendah

Kamis, 30 November 2017 | 16:53 WIB

Ratusan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rembang dilibatkan dalam sosialisasi gemar makan ikan, di Pendapa Museum Kartini, Kamis (30/11/2017) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Rembang disebut masih rendah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman menyebutkan, konsumsi ikan masyarakat di daerah ini berada di kisaran 30 kilogram per kapita per tahun.

Padahal Kabupaten Rembang merupakan daerah pesisir dengan panjang garis pantai lebih dari 60 kilometer.

Suparman mengakui, kesadaran keluarga dalam memberikan menu makanan berbahan dasar ikan terbilang minim.

“Sosialisasi atau kampanye gemar makan ikan perlu terus digalakkan,” katanya.

Menurutnya, kampanye gemar makan ikan tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi perlu melibatkan banyak komponen.

Kamis (30/11/2017) pagi, ratusan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rembang dilibatkan dalam sosialisasi gemar makan ikan, di Pendapa Museum Kartini.

Selain mendengar dongeng tentang pentingnya makan ikan, para siswa juga mendapat bagian jajanan berbahan dasar ikan sepeti keripik ikan, roti isi ikan, dan rengginang teri.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz mendukung sosialisasi semacam itu karena kandungan gizi pada ikan dibutuhkan guna tumbuh kembang anak.

“Kandungan Omega 3 yang terkandung pada ikan bisa menstimulan kecerdasan anak dan kesehatan badan,” ujarnya.

Menurutnya, ikan juga mengandung banyak protein yang baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tidak jenuh yang semua bisa diserap tubuh.

“Mulai hari ini, nanti kalau sampai rumah matur sama ibunya (untuk disediakan menu makan berbahan dasar ikan),” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan