Tingkat Konsumsi Daging Sapi di Rembang Rendah

Thursday, 31 August 2017 | 16:36 WIB

Pedagang daging sapi di Pasar Pamotan, Siti Sholikhah, mengaku tingkat pembelian sedang lesu, seiring mahalnya harga daging dalam sebulan terakhir. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan tingkat konsumsi daging sapi oleh masyarakat Indonesia, termasuk di daerahnya masih sangat rendah.

Hafidz mengatakan, hingga tahun 2017, konsumsi daging per kapita (orang) kurang dari tiga kilogram per tahun.

Dengan tingkat konsumsi daging sebesar itu, Indonesia tertinggal dari Negara lain seperti Filipina yang tujuh kilogram atau Singapura yang 15 kilogram atau Argentina yang 55 kilogram.

“Kalau kita bicara konsumsi daging, Indonesia masih lebih rendah dari Negara lain. Kita masih kurang dari tiga kilogram per kapita per tahun, tapi Negara lain ada yang sudah puluhan kilo per tahun,” katanya.

Rendahnya tingkat konsumsi daging diharapkannya meningkat seiring momentum penyembelihan sapi dan kambing kurban pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah.

Menurutnya, konsumsi daging sapi atau kambing, bisa memacu pasokan protein dalam tubuh.

“Saat saya ngaji di pesantren dulu, konsumsi daging kambing bisa membantu kecerdasan. Dalam seminggu, anak-anak kita perlu dikasih asupan daging guna memacu kecerdasan,” katanya.

Bupati berharap pula agar momentum Idul Adha memupuk kepedulian sosial, yakni memberikan daging kurban.

Pada kesempatan penyerahan belasan hewan kurban dari PT Semen Gresik kepada warga penerima di Kabupaten Rembang, Kamis (31/8/2018) pagi, Bupati mengapresiasi kepedulian perusahaan plat merah tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan